Karena Hina Gus Dur, Voa-Islam.com Dilaporkan Ke Bareskrim


WartaIslami.com ~ Asep Hadian Permana SH, warga Bandung, bersama teman-teman mewakili beberapa kelompok masyarakat sipil dari Jawa Barat melaporkan situs voa-islam.com ke pihak Dewan Pers, Bareskrim Polri, Menkominfo dan Presiden Republik Indonsia terkait dengan pemberitaan yang dilakukan oleh situs online https://www.voa-islam.com/. Dengan link http://www.voa-islam.com/read/opini/2015/11/09/40495/rizal-ramli-gus-dur-itu-wali-yang-kesepuluh/#sthash.FuZo1ttX.dpbs. Sayangnya, setelah pelaporan ini, situs tersebut tidak lagi bisa diakses.

Pada link berita tersebut (terlampir utuh di halaman selanjutnya) terdapat persoalan penghinaan, pelecehan, dan tulisan SARA yang selain sangat menyakitkan, juga sangat melecehkan martabat bangsa secara umum. Demikian rilis yang dikirimkan ke NU Online.

Asep menilai situs www.voa-islam.com selama ini sudah kita ketahui sangat merusak citra media massa.

“Karena itu melalui surat ini, kami juga bermaksud menggalang solidaritas gerakan untuk permasalahan ini dalam rangka membersihkan citra pers Indonesia yang selama ini dirusak oleh situs-situs yang tidak memakai standar kerja kode etik jurnalistik.”

Ia meminta Dewan Pers untuk, pertama menindak situs Voa-Islam sesuai ketentuan kode etik jurnalistik yang berlaku. Kedua, memberikan masukan kepada pelapor dan juga kepada pihak terkait, yaitu Kepolisian, Menteri Komunikasi dan Informasi, dan Presiden Republik Indonesia, agar memberikan tindakan sesuai ketentuan dari masing-masing kewenangan terkait dengan isi secara keseluruhan dari situs www.voa-islam.com tersebut.

Asep menambahkan terkait dengan laporan kepada Dewan Pers ini, pada saat yang sama pihaknya juga melaporkan pengaduan ini kepada pihak Bareskrim Polri mengingat kemungkinan besar bahwa pihak Dewan Pers mengalami keterbatasan dalam menangani perkara ini karena dari situs www.voa-Islam.com tersebut memang terdapat banyak sekali muatan-muatan yang bukan saja sudah jauh melenceng dari kode etik pers, melainkan juga melenceng dari koridor hukum/perundang-undangan.

“Bahkan kami menyakini tindakan www.voa-islam.com nyata secara terbuka sengaja memancing kekeruhan di kalangan antar umat dan golongan terutama untuk memancing emosi massa Nahdlatul Ulama mengingat berita-berita pelecehan tentang KH Abdurrahman Wahid tersebut dilakukan bukan untuk menyerang pribadi KH Abdurrahman Wahid mengingat beliau telah wafat,” katanya.

Ia berharap supaya pihak Dewan Pers menjalankan fungsinya sampai tahap batas maksimal dalam mengurus kasus ini.

“Kami berharap pihak Dewan Pers bisa mengeluarkan jawaban/penilaian terkait dengan laporan ini dalam waktu 3 hari sejak kami sampaikan laporan ini,” tegasnya.

Selanjutnya tujuan pelaporan ke Pihak Bareskrim Polri supaya laporan ini ditindaklanjuti secara cepat, tepat dan sesuai Undang-Undang/Peraturan hukum yang berlaku dalam waktu maksimal 3 hari setelah laporan ini kami sampaikan.

Sedangkan tujuan melaporan ke Menteri Komunikasi dan Informasi adalah dengan tujuan supaya pihak Kominfo segera memblokir situs www.voa-islam.com karena pihak Kementerian Kominfo sudah sangat mengetahui situs tersebut, dan situs-situs sejenis lainnya.

Ditambahkannya, tujuan melaporkan ke pihak Presiden Republik Indonesia (Bapak Ir. Joko Widodo) adalah supaya pemerintah Republik Indonesia mengetahui permasalahan dan laporan ini sebagai bagian dari upaya baik masyarakat dalam menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Dengan atau tanpa surat edaran dari Surat Edaran (SE) Kapolri soal penanganan ujaran kebencian atau hate speech sekalipun, pengaduan ini menurut kami sangat penting dilakukan agar tidak terjadi situasi yang memperkeruh keadaan antar ras, agama, dan golongan,” tandasnya.

Adapun dengan Surat Edaran (SE) Kapolri yang diberlakukan tersebut, tentu menjadi bagian pertimbangan lain agar niatan baik pihak Kapolri maupun pemerintah yang sedang ingin menjalankan tugasnya.

Berikut beberapa penggalan kalimat yang diajukan sebagai kasus:

"Abdurrahman alias si-Dur itu "

"Durahman itu doyan duit:"

"Konon kantor PBNU, di Jalan Kramat itu, juga tak lepas dari sumbangan dari para “taoke” Cina"

"Kerjanya Durahman mencari “wangsit” di makam-makam wali"

"Mungkin yang selalu mengenang Durahman sebagai “pahlawan” hanya "taoke" Cina, warga Cina, dan kalangan sekuler, pluralis, liberal, dan mungkin pengikut atheis termasuk Goenawan Muhamad. Tidak ada yang lain"

"Durahman pula yang pernah melukai hati umat Islam, dan mengatakan al-Qur'an, sebagi kitab suci yang paling “porno”

"Jombang yang disebut oleh Rizal Ramli, memang telah melahirkan tokoh setipe, seperti Abdurrhman Wahid, Nurcholis Madjid, dan MH.Ainun Najib"

"Seluruh dunia bersorak gembira ketika Gus Dur meninggal!". Red: Mukafi Niam(NU Online)
0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "Karena Hina Gus Dur, Voa-Islam.com Dilaporkan Ke Bareskrim"

Post a Comment

close