Inilah Kisah Unik Sang Mujahid Muda yang Mengajar Anak-Anak Muslim di Papua


Wartaislami.com ~ Pada beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan penemuan sebuah buku belajar bacaan untuk anak-anak TK/ PAUD yang disinyalir mengajarkan faham radikalisme. Buku berjudul "Anak Islam Suka Membaca" terbitan Pustaka Amanah Solo yang ditulis oleh Murani Mustain ini kemudian diamankan oleh GP Ansor di Depok karena mengandung kata-kata atau kalimat yang menjurus pada tindakan radikal.

Melalui pesan yang beredar di Whatsapp, yang diduga bersumber dari sang penulis, disebutkan bahwa Murani Mustain menyangkal bukunya mengajarkan radikalisme dan tidak bermaksud menebarkan faham radikal atau apapun juga.

Terlepas dari benar atau tidaknya pernyataan yang diduga dari penulis itu, yang jelas banyak kata-kata janggal yang perlu dipertanyakan apalagi teruntuk konsumsi anak-anak kecil yang masih seumuran TK/ PAUD. Diantaranya buku tersebut memuat kata atau kalimat seperti: kafir, jihad, salaf, bin bazz, bom, manhaj dakwah salafiyah, apakah munafik itu, algojo, bantai, kiai, dan lain sebagainya.

Dengan melihat isi dari buku Anak Islam Suka Membaca ini, masyarakat bisa menilai sendiri apakah buku itu layak dikonsumsi oleh anak-anaknya.

Terkait metode pembelajaran pada anak-anak, aktivis dakwah Nahdlatul Ulama di Papua, Ustadz Abdul Wahab punya cerita yang unik dan menarik. Pejuang Islam yang juga Mujahid Muda yang dikirim Sarkub bersama PPM Aswaja ini mengungkapkan pengalamannya perihal metode mengajar bagi anak-anak muslim Papua yang kebanyakan masih buta huruf.

Abdul Wahab yang masih bujangan ini menyatakan bahwa setiap permasalahan dalam pembelajaran pada anak-anak itu terkadang mempunyai solusi dan cara penyelesaian yang berbeda-beda. Ia mencontohkan ketika anak-anak belajar menggunakan media papan tulis dan spidol banyak dari mereka yang kurang antusias. Tapi setelah digantikan dengan media seperti laptop dan televisi yang lebih canggih menjadikan semangat belajar anak-anak kembali meningkat.

Terkadang memang sang pengajar harus kreatif dan inovatif dalam mengembangkan metode belajar agar anak-anak tidak cepat bosan atau jenuh. Kadang menggunakan metode manual seperti papan tulis, dan kadang pula menggunakan metode yang canggih seperti penggunaan laptop. Masing-masing mempunyai nilai kekurangan dan kelebihannya, tinggal bagaimana seorang pengajar menjadikannya menjadi lebih baik lagi.

Untuk lebih detail yuk simak kisah lengkap dari Ustadz Abdul Wahab tentang pengalamannya dalam mengajari anak-anak muslim Papua, yang diposting di halaman jejaring Facebook miliknya tertanggal 23 Januari 2016. Berikut tulisan lengkapnya dengan sedikit perubahan ejaan yang disempurnakan:

Beberapa bulan sebelumnya metode belajar bagi anak-anak ini masih menggunakan papan tulis dan spidol. Tapi namanya juga anak anak, selain dunia mereka adalah dunia bermain. Anak anak ini juga berasal dari perkampungan "yang ada di pedalaman" Papua. Ketika datang ke pondok beberapa anak ini memang masih belum faham huruf.

Saat kegiatan belajar menggunakan papan tulis dan spidol, anak anak ini kurang antusias mengikuti pelajaran. Ada yang bengong, ada yang ribut sendiri, bahkan sampai ada yang tertidur lelap.

Walaupun dalam kegiatan belajar jarang yang mau fokus, setelah beberapa bulan tinggal di Pondok Pesantren Al Payage di Angkasapura, sudah lumayan bagus kemajuan anak-anak ini.

Sudah bebrapa malam ini, aku coba metode baru dalam menemani mereka belajar. Kali ini menggunakan media seperti lepi (=laptop) dan layar TV. Alhamdulillah luar biasa dalam waktu kurang dari 1 minggu anak-anak ini hafal beberapa Syair Sholawat, diantaranya syair qasidah Ahmad Ya Habibi, Ya Rabbibil Musthofa, Khoirol Bariyah, dan juga Asmaul Husna.

Dari sini kita bisa belajar, bahwa beda masalah terkadang juga beda solusi dan cara menyelesaikan masalah tersebut. Kecuali kalau masalah yang sedang melando jomblo, hanya ada 1 solusi (Cepatlah menikah ) hahab..

Oia bagiamana wajah-wajah indah anak-anak ini ketika melantunkan sholawat, silahkan besok hari Ahad datang ke PonPes Al Payage. Insya Allah anak-anaku yang manis-manis ini akan menunjukan mutiara-mutiara yang selama ini terpendaman dari anak-anak pedalaman Papua.



                             Foto Dokumentasi Anak-Anak Papua yang Sedang Belajar Bersama Ustadz Abdul Wahab




























Sumber :muslimedianews.com

0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "Inilah Kisah Unik Sang Mujahid Muda yang Mengajar Anak-Anak Muslim di Papua"

Post a Comment

close