Inilah Sejarah Berdirinya Masjid Agung Sunda Kelapa

Oleh Alwi Shahab


Wartaislami.com ~ Taman Sunda Kelapa di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, diabadikan sekitar 1940-an. Kita tidak mendapati lagi taman seperti ini karena sejak 1966 telah dibangun Masjid Agung Sunda Kelapa.

Keberadaan masjid ini membantu umat Islam di Menteng dan sekitarnya, karena sebelumnya hanya terdapat gereja. Gereja Protestan Paulus dibangun 1936 hanya sekitar satu dasawarsa setelah Kota Taman Menteng dibangun.

Pada masa Belanda, Gereja Paulus bernama Nassau Kerk karena terletak di bagian kanan Jalan Imam Bonjol yang di masa Belanda bernama Nassau Boulevard. Di salah satu gedung ini, Bung Karno dan Bung Hatta bersama para pejuang merumuskan naskah proklamasi kemerdekaan dalam pertemuan yang berlangsung hingga dini hari pada 17 Agustus 1945.

Setelah terjadinya pemberontakan G30S/PKI, masyarakat di Ibu Kota merindukan kehidupan yang lebih Islami. Terlebih lagi masyarakat di Menteng.

Keberadaan bagian belakang gedung Bappenas kala itu terdapat sebuah lapangan milik TK dan SD Kepondang. Maka, Gubernur DKI Ali Sadikin memberikan tanah di lapangan ini untuk dibangun masjid. Maka, kerinduan umat Islam akan memiliki tempat ibadah di Menteng terpenuhi.

Waktu itu, untuk membangun masjid, ada dua pilihan. Yaitu di Taman Sunda Kelapa atau Stadion Menteng yang di masa Belanda bernamaViosveld (Lapangan Vios), kini berdiri Taman Menteng.

Patut diacungkan jempol, kegiatan yang dilakukan Masjid Sunda Kelapa yang tiap hari penuh dengan kegiatan kerohanian. Bagian atas dari masjid yang megah ini tiap hari, khususnya Ahad, disewakan untuk keperluan pernikahan dan resepsi perkawinan.

Sementara di Gereja Paulus, umat Kristiani mengadakan berbagai acara keagamaan, menunjukkan harmonisnya kehidupan beragama di negeri ini. Ketika daerah elite Menteng dibangun 1920-an dan 1930-an, pemerintah kolonial ingin menjadikannya sebagai kawasan pemukiman Eropa.

Untuk kepentingan peribadatan, dibangun dua Gereja Paulus dan Gereja Katolik Theresia di Jalan Haji Agus Salim. Di masa kolonial, jalan ini bernama Theresiakerkweg. Setelah dibangunnya Masjid Sunda Kelapa, beberapa masjid lainnya dibangun, seperti Cut Nyak Dien dan Masjid Cut Mutiah di bekas Gedung NV de Bouwploeg.

Perusahaan real estate yang membangun kota Taman Menteng. Ketika itu, di kawasan yang kini tinggal para petinggi RI, hanya terdapat sebuah masjid yang berada di pinggiran Menteng. Yakni, Masjid Tangkuban Perahu yang dibangun oleh Sayid Ali bin Ahmad Shahab, yang pada 1901 dalam upaya perlawanan terhadap penjajah, mendirikan sekolah Islam modern pertama di Indonesia, Jamiatul Kheir di Pekojan, Jakarta Barat.

Keberadaan Jamiutul Kheir banyak mendapat dukungan dari tokoh pergerakan Islam, seperti KH Ahmad Dahlan (Muhammadiyah), HOS Tjokroaminoto, dan H Agus Salim (Syarikat Islam).

Di depan Gereja Paulus dan Gedung Bappenas, terdapat Taman Surapati yang di masa Belanda bernama Burgermeester Bischoplein.Ciri khas Gereja Paulus adalah menaranya yang langsing dan beratap piramid runcing serta empat jam di bawahnya.





Source: www.republika.co.id


0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "Inilah Sejarah Berdirinya Masjid Agung Sunda Kelapa"

Post a Comment

close