Jika Bukan Karena Muhammad Allah Tidak Menciptakan Semua Makhluk


Wartaislami ~ Sesungguhnya kalimat-kalimat yang keluar dari mulut orang-orang yang beriman dan mengesakan Allah SWT harus kita artikan dengan makna yang tidak bertentangan dengan prinsip aqidah Islam.

Kita tidak boleh serta merta menuduh saudara se-muslim kita dengan sebutan kafir, fasiq, sesat, atau ahli bid’ah. Kita juga tidak boleh menafsirkan kalimat yang keluar dari mulut orang yang beriman dengan hanya melihat secara dzohir (sisi luar saja).

Inilah yang seharusnya menjadi pegangan setiap muslim ketika mendengar ungkapan dan kalimat-kalimat yang keluar dari saudara kita sesama muslim. Misalnya, setiap muslim meyakini bahwa nabi Isa bisa menghidupkan orang yang sudah mati, akan tetapi hal itu terjadi atas kehendak Allah SWT, sebab nabi Isa tidak dapat mengidupkan orang mati dengan daya dan kekuatan yang muncul dari dalam dirinya sendiri.

Kekuatan nabi Isa pada hakekatnya adalah kekuatan Allah SWT. Sementara orang nasrani juga mengatakan hal yang sama, tetapi bedanya adalah mereka meyakini bahwa Isa memiliki kekuatan dari dalam dirinya -karena dia adalah tuhan atau anak tuhan-.

Oleh karena itu, apabila kita mendengar seorang muslim yang mengatakan, ‘saya beriman bahwa Isa bisa menghidupkan orang yang sudah mati’ -dan kalimat itu juga diucapkan oleh orang nasrani-, maka kita tidak boleh menyangka bahwa kata-kata si muslim ini membenarkan pendapat dan ucapan orang nasrani, namun kita harus memaknai kata-kata itu dengan arti dan makna yang sesuai dengan aqidah dan tauhidnya agama Islam.

Adapun ucapan yang keluar dari mulut orang yang beriman yang berbunyi ‘jika tidak ada nabi Muhammad, maka Allah tidak akan menciptakan makhluk’ tidak akan mengantarkan pembicaranya pada kesyirikan atau mengeluarkannya dari agama Islam. Kami mengatakan bahwa makna ungkapan ini sama sekali tidak bertentangan dengan agama Islam, prinsip aqidah, maupun dasar ilmu tauhid. Justru sebaliknya ungkapan ini malah menguatkan prinsip tauhid jika seseorang telah memahami apa yang akan kami jelaskan.

Makna ungkapan ‘jika tidak ada Muhammad, maka Allah tidak akan menciptakan makhluk’ adalah firman Allah,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

Aku tidak menciptkan Jin dan Manusia melainkan untuk menyembah kepada-Ku. (QS. Adz-Dzariyat: 56).

Sesungguhnya tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. Dan ibadah tidak akan terlaksana tanpa adanya orang yang mau menjalankan ibadah. Sementara orang yang paling baik dan yang paling benar dalam beribadah adalah baginda nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu pusat keterlaksanaan perintah ibadah terletak pada diri nabi Muhammad SAW.

Ayat di atas hanya berbicara tentang manusia dan jin. Sementara makhluk lainnya diciptakan untuk melayani umat manusia.

Allah berfirman,

وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Allah telah menundukkan kepada kamu sekalian segala apa yang ada di langit dan di bumi. Dan pada semua itu ada tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang mau berfikir. (QS. Al-Jatsiyah: 13).

Dan nabi Muhammad adalah pusat dari manusia, karena dialah manusia yang sempurna. Allah SWT berfirman kepadanya,

يَا أَيُّهَا الإنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلاقِيهِ

Wahai manusia (Muhammad)! sesungguhnya engkau telah bekerja keras untuk menuju Tuhanmu, maka engkau akan menjumpai-Nya. (QS. Al-Insyiqaq: 6).

Dari penjelasan di atas dapat kita pahami bahwa sesungguhnya ungkapan di atas memiliki makna yang sesuai dengan prinsip syareat Islam. Nabi Muhammad SAW adalah inti dari penciptaan makhluk. Dialah yang menjadi tujuan dan muara tauhid, ibadah, dan yang menjadi hikmah penciptaan jin dan manusia Wallahu ta’ala a’la wa a’lam.



Sumber :embunhati.com

0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "Jika Bukan Karena Muhammad Allah Tidak Menciptakan Semua Makhluk "

Post a Comment

close