Aura Keislaman Walikota Bandung "Ridwan Kamil"


Wartaislami.Com ~ Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil akhirnya memutuskan tidak jadi bertarung di Pilkada DKI Jakarta 2017. Terdapat 2 alasan yang mendasari hal itu: Pertama, 90 persen warga Bandung tidak rela walikotanya pergi meninggalkan kota kelahirannya. Kedua, beliau patuh pada pesan ibundanya bahwa pemimpin yang baik ialah yang menyesaikan amanah hingga akhir masa jabatan.

Perlu diketahui pembaca, bertarung di pilkada DKI Jakarta minim butuh dana sekitar Rp 200 miliar. Adakah penguasaha nasional yang bersedia menyokong walikota Bandung tersebut? Apalagi sosok Kang Emil yang cukup kental aura Keislamannya. Beda dengan seorang Ahok, mantan bupati Belitung timur ini pasti disokong pengusaha sekelas Mochtar Riady dan pemilik Agung Podomoro grup. Begitu pula kandidat lain seperti Sandiaga Uno yang merupakan pengusaha kaya raya dan juga kenal dekat dengan keluarga Soeryadjaya, Erick thohir dan Garibaldi thohir.

Keislaman Kang emil bukan dibentuk dadakan/instan dan berbalut pencitraan. Kang Emil berasal dari keluarga religius. Orang tuanya pernah mengajar di Muhammadiyah, tak heran ssat ia kecil disekolahkan di TK Aisyiyah 20 Bandung. Setelah ayahandanya wafat, Ia rajin kirim al-Fatihah buat almarhum ayahandanya. “Sebagai manusia yang kita tidak miliki adalah waktu. 20 tahun telah berlalu sejak ayah meninggalkanku. Warisanmu adalah kebaikan-kebaikan dan kearifanmu. Al-Fatihah terbaikku selalu terhatur untukmu. I Promise i will let you down father,” tulis Ridwan Kamil di twitternya setelah mengupload Batu Nisan ayahanda Atje Miscbah M Bin Muhjiddin yang wafat saat Kang Emil kuliah semester akhir di jurusan Arsitektur ITB.

Atalia Praratya, istrinya Kang emil adalah sosok Muslimah yang taat. Berhijab bukan jelang kampanye Pilwali kota Bandung. Teh Lia juga fasih membaca Quran bahkan pernah jadi guru ngaji saat di Amerika. Teh Lia saat itu menemani Kang Emil kuliah Master of Urban Design di University of California, Berkeley. “dulu kalau saya bekerja, ibu mengajar ngaji anak-anak Indonesia,” katanya.

Sewaktu ada polemik pengosongan kolom agama di kartu tanda penduduk (KTP), Kang Emil tetap mengisi kolom agama di KTP miliknya sesuai agama yang dianutnya, yaitu Islam. "Saya tetap cantumkan agama Islam di KTP saya,"tandasnya. Bapak dua anak ini seringkali memakai peci saat meninjau dan meresmikan acara-acara penting di Bandung. Pernah dikira Presiden RI oleh seorang turis, padahal kala itu disampingnya ada sosok Jokowi. “Your president is very handsome, cool and looks clever, wearing black tradition hat (kopiah) and eye glasses, he looks young... how old is he?”. Inilah yang tahun 2015 kemarin membuat heboh dunia maya. Singkat cerita, Kang emil meminta maaf jika terjadi salah paham. "Saya itu terbiasa berpeci di setiap acara kedinasan. peci adalah simbol nasionalisme. mohon maaf jika terjadi salah paham. lain kali saya akan menyesuaikan," katanya.

Selama jadi walikota Bandung, Kang Emil merilis kebijakan bernuansa islami. Dia melarang papan reklame rokok, bertekad menjadikan Bandung sebagai kota halal dan pusat Fashion muslim. Untuk memerangi Riba, Kang Emil meluncurkan program kredit melati (MELAwan renTenIr) sebesar Rp 32 miliar. "pinjaman untuk warga miskin tanpa bunga hanya bayar administrasi saja." Ujarnya.

Baru baru ini, Arsitek yang mendesain Masjid al-Irsyad di Kota Baru Parahyangan ini meluncurkan tiga program, yakni Maghrib mengaji, Ayo membayar Zakat dan Family help Family. Maghrib mengaji bertujuan agar anak-anak yang muslim ba'da maghrib sampai isya harus ke masjid untuk mengaji dan tidak berkeliaran di luar rumah dengan kegiatan yang tidak jelas. Sementara dua program lainnya untuk mengatasi problem-problem sosial dan membantu perekonomian keluarga Miskin di Bandung.

Tetaplah di Bandung hingga akhir masa jabatan usai, bairlah Sandiaga uno, Yusril ihza Mahendra atau Calon gubernur Muslim lainnya yang bertarung melawan Ahok. Bila Kang emil haus tantangan dan ingin suasana baru, jadilah Gubernur Jawa barat. Jangan biarkan bumi Pasundan ini dipegang pemimpin yang minim komitmennya kepada agama Islam dan miskin visi dan misi dalam mensejahterakan rakyatnya!. Wallahu’allam.


Fadh Ahmad Arifan
Alumni S2 Studi ilmu agama Islam di UIN Malang


Sumber :muslimoderat.com
0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "Aura Keislaman Walikota Bandung "Ridwan Kamil""

Post a Comment

close