Gus Irwan: Pemimpin Jihad Kok Takut Masuk Surga!


Wartaislami.com ~ Pengasuh Pondok Pesantren as-Salafiyah Mlangi Gus Irwan Masduqi menyoroti soal jihad yang dipersepsikan secara salah oleh sebagian kelompok untuk melawan sebuah negara yang sah. Kelompok radikal atau teroris, katanya, mengembangkan doktrin bahwa Indonesia adalah negara setan dan tidak sesuai syariat Islam.

“Apakah benar Indonesia tidak sesuai syariat Islam? Pancasila dan NKRI dahulu sudah dirumuskan oleh pendiri bangsa yang lintas agama sebegitu matangnya. Seperti halnya piagam Madinah," paparnya dalam "Kenduri Kebangsaan: Islam Pelopor Perdamaian Indonesia - Jogja Istimewa Menolak Radikalisme" yang digelar OUR Indonesia di Pendopo Karsowintanan RT 08 Potorono, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, Ahad (31/1) malam

Wakil Sekretaris PP Lakpesdam NU itu menegaskan, memerangi polisi bukanlah jihad, tapi adalah pemberontakan. Tidak ada jihad dalam Islam tanpa restu atau instruksi dari pemerintah.

"Mati syahid dalam Islam itu ada banyak, seperti orang mati karena melahirkan, karam di laut, dianiaya dalam peperangan," tuturnya.

Adapun jihad juga ada banyak, seperti jihad membangun pendidikan, membantu orang dalam perang, namun yang paling mulia adalah jihad melawan diri sendiri.

"Pertanyaan kritisnya yaitu, kalau jihad meledakkan bom itu masuk surga, mengapa pelakunya adalah yang masih ecek-ecek? Kenapa bukan pemimpinnya tidak melakukan pertama kali? Kalau dalam kondisi perang, yang harus diperangi adalah kepada sesama tentara. Tidak boleh memerangi sipil," kata dia lagi.

Ia menambahkan, pemimpin ISIS (Islamic State Iraq and Suriah) dulunya adalah Simon Eliot seorang agen CIA yang dilatih. ISIS didukung oleh Zionis, dan Zionis bukanlah orang Yahudi. Bahkan Zionis ditolak oleh para Rabi Yahudi.

"Yang kita tolak adalah doktrin Zionis. Sebelum Zionis terbentuk, umat Muslim, Kristen dan Yahudi hidup rukun saling berdampingan," paparnya.

Kegiatan "Kenduri kebangsaan: Islam Pelopor Perdamaian Indonesia-Jogja Istimewa Menolak Radikalisme" didukung oleh warga Desa Potorono, Banguntapan, Bantul yang pada saat ini masyarakatnya sedang menuntut penegakan hukum karena salah satu warganya menjadi korban pengeroyokan desa tetangga.

"Kegiatan tersebut selain menjadi upaya prefentif penolakan faham radikal juga menjadi penguat semangat kekeluargaan dan guyub warga desa setempat. Melibatkan kelompok kesenian Desa Potorono, Kelompok Dagelan Angkringan  TVRI," ujar koordinator kegiatan Rogiyadi Joko Sulistyo. (Gatot Arifianto/Mahbib) via nu.or.id

0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "Gus Irwan: Pemimpin Jihad Kok Takut Masuk Surga!"

Post a Comment

close