HAM, LGBT, KKG DAN ISLAM.


Wartaislami.com ~ Hak Asasi Manusia (HAM), dewasa ini menjadi topik hangat dalam percaturan dunia internasional. Bahkan menjadi opini publik global, dan mendapat perhatian yang serius pada setiap kajian dan forum  ilmiah. Topik HAM seakan-akan menjadi lagu wajib bagi khalayak ramai, baik cendekiawan, ilmuwan, politician, wartawan, industrialis, parlementarian, negarawan bahkan tak jarang santri pesantren juga tak ketinggalan.

Padahal Doktrin HAM yang sedang menjadi trending topic modernitas di Barat maupun timur dewasa ini sama-sama tidak mendasarkan pada fundamen keagamaan. Kehadiran Islam memberi inspirasi secara dinamis terhadap sejarah.

Sebagai sebuah agama, Islam memberi warisan yang universal dan mampu membentuk peradaban dasar dunia, karena Islam membawa ajaran-ajaran yang paripurna, Universal dan Eternal. Islam, sejak lahirnya 15 abad yang lalu, telah menghadirkan dasar-dasar HAM seperti : Persamaan, kemerdekaan (kebebasan), keamanan bagi non-muslim, kebenaran dan keadilan, jauh sebelum munculnya Universal Declaration of Human Rights pada tanggal 10 Desember 1948. Akan tetapi Islam dan ajarannya, khususnya mengenai Dikotomi HAM, masih dirasakan “Asing” bahkan di buminya sendiri sehingga masalah HAM justru sering dipecahkan oleh orang-orang muslim, di luar doktrin Islam. Seorang sejarawan asal inggris Mr Wels mengatakan dalam buku mukhtasor tarikh al 'amm Hal.303 : Adapun agama islam bisa memimpin sebab memiliki paling baiknya peraturan social dan politik yang fleksible sesuai zaman. Dan islam mampu memberikan pandangan yang luas mengenai hak kehidupan manusia."

Baca Juga : Mahfud MD: Komunitas LGBT Makin Berani dan Terang-terangan Karena Didukung Empat ini

HAM dalam Islam bukanlah produk historis yang muncul dari pemikiran Ideologis ataupu akibat perkembangan politik. Namun HAM Islam mempunyai dimensi Teologis, yang diturunkan melalui Wahyu, semata-mata untuk mengangkat harkat dan martabat kemanusiaan sebagai makhluk istimewa tanpa ada kaitan dengan kepentingan Politik ataupun Nafsu sesaat.

Islam merupakan agama tauhid dan fitrah. Yaitu sebuah konsep ketuhanan yang meng-Esa-kan Alloh S.W.T serta mengakui bahwa rosululloh s.a.w sebagai nabi akhir zaman. . Pernyataan syahadat adalah sebuah kesaksian abadi monoloyalitas, yang dapat membebaskan manusia dari belenggu penindasan sesama manusia dalam hal: Spiritual, Politik, Ekonomi, Sosial, Susila, Etika dan sebagainya.

Islam adalah agama fitrah. Diciptakannya sesuai dengan fitrah manusia. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Ar-Ruum ayat 30 yang artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam), merupakan firman Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu …”

Dan Alloh tidak mengutus nabi Muhammad S.A.W ke dunia ini melainkan agar memberikan rahmat kepada seluruh alam. Dan Alloh tidak  mengutus nabi Muhammad S.A.W kecuali "kaffatan linnas" (untuk seluruh lapisan masyarakat).

Prinsip-prinsip Universal HAM
Biasanya dalam  perbincangan akademis historis, para pakar membagi hak-hak asasi manusia ke dalam 5 bidang : 1. Civil Rights (Hak Sipil), 2. Political Rights (Hak Politik), 3. Economic Rights (Hak Ekonomi), 4. Social Rights (Hak Sosial), 5. Cultural Rights (Hak Budaya).

Pembagian tersebut didasarkan pada 4 produk PBB yang dinamakan The International Bill of Human Rights. Empat instrumen hukum utama PBB tersebut adalah :

   1. The Universal Declaration of Human Rights.
   2.The International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights.
   3. The International Covenant on Civil and Political Rights
   4. Optional Protocol The Covenant Civil and Political Rights.

Pada hakikatnya, Substansi kelima bidang tersebut semenjak 14 Abad-abad yang silam sudah diproklamirkan Allah SWT. Secara sempurna dan dideklarasikan lewat Rasul-Nya Muhammad SAW. Serta dipahami, dihayati dan diamalkan oleh para sahabat dan para pengikut sesudahnya. Dilihat dari substansinya, kelima bidang tersebut termasuk dalam  kajian falsafah hukum Islam tentang tujuan-tujuan umum Syari'ah (maqashidus syari’ah al amah). Bahkan kelima bidang tersebut hanya merupakan sebagian kecil dari tujuan-tujuan umum syari’ah.

Jadi kalau demikian hak asasi manusia sebagaimana yang dideklarasikan oleh PBB bukan hanya diakui oleh Islam. Akan tetapi substansinya telah ditegakkan, dipahami, dihayati, diamalkan, diperjuangkan dan dimasyarakatkan oleh pemeluk-pemeluk Islam.

Oleh karenanya dalam  kesempatan ini, akan dibahas HAM dalam perlindungan Islam melalui pendekatan maqashidus-syari’ah al’amah (tujuan-tujuan umum syari’ah) dengan memakai kerangka acuan yang dibicarakan di muka. Sedangkan tujuan-tujuan umum syari’ah tadi adalah untuk terjaminnya kemaslahatan umat dengan cara menciptakan kemanfaatan serta mencegah kehancuran dan kerusakan.
Ada lima bidang yang harus dipelihara oleh syari’ah di dalam kehidupan umat manusia yang sering diistilahkan dengan al Ushulul Khamsah (pokok-pokok yang lima), yaitu :

    > Terjaminnya hak atas tegaknya agama dan kebebasan beragama (hurriyatud din)
    > Terjaminnya perlindungan hak hidup (hifdzun nafs).
    > Terjaminnya hak atas pengembangan jenis dan keturunan (hifdzun nasl).
    > Terjaminnya hak atas pengembangan akal dan pemikiran yang sehat (hifdzun ‘aql)..
    > Terjaminnya perlindungan hak atas pemikiran harta (hifdzul mal).

Namun yang berbeda antara HAM versi islam dan HAM produk PBB adalah pengaplikasiannya. Kalau Hak Asasi PBB dirangkai memiliki Interpertasi memberikan kebebasan setiap orang Meng-Ekspresikan Hak nya tanpa ada batasan Norma-Norma yang ada. Sementara dalam Hak Asasi dalam Islam, hak yang dimiliki setiap manusia harus diukur dengan Syariat yang ada yaitu Fiqh, Akidah, dan Moral.

Di Indonesia, dengan munculnya Dikotomi The International Bill of Human Rights dari PBB dimanfaatkan betul oleh para penggerak kesetaraan Gendre, kebebasan ber-Ekspresi, atau yang terbaru  "LGBT" (Lesbian, Gay, Biosex, Transgendre) agar bisa menyuarakan usulannya agar diresmikan dalam perundang-undangan Indonesia.

Setelah saya melakukan kajian dan penelitian bersama teman-teman saya di Yaman dan Sharing dengan kawan-kawan diMaroko & Sudan. kami menemukan bagaimana rusaknya moral dan harga diri manusia. seperti yang terjadi di San Fransisco Amerika Serikat, Belanda, Rusia yang merupakan daerah percontohan kaum LGBT ini, Mereka bebas dengan sesama jenis bermesraan di jalanan umum tanpa rasa malu. banyak laki-laki yang berdandan dan memakai pakaian wanita, dan banyak orang memilih untuk menikah sesame jenis. bahkan saat diwawancarai oleh salah satu acara Televisi Arab Saudi mereka mengatakan bahwa mereka tidak sama sekali merasakan adanya penyimpangan psikologis dan mereka merasa bahagia hidup dengan sesama jenis.

Sementara Diskusi dan Debat antara Professor dan Cendikiawan pendukung RUU KKG (Kesetaraan dan Kesamaan Gendre) atau LGBT ini juga alasannya juga bisa di mentahkan oleh 'Ulama. Ujung ujungnya mereka pasti mengatakan pada setiap seminarnya;"kita harus ingat bahwa Indonesia bukan Negara Islam dan berada dalam naungan PBB." Sehingga saya menganggap bahwa benar sekali Indonesia berada dibawah naungan PBB namun undang undang haruslah tidak bersinggungan dengan inti dan kandungan  Pancasila itu sendiri. jika usulan ini diterima DPR akan bersinggungan dengan Unsur-unsur Pancasila yang mana bangsa Indonesia adalah bangsa yang mengakui Dogma Hukum tuhan serta Negara yang  Bermoral dan Beradab.

Coba kita Flashback, Al Quran Al Karim menceritakan bahwa dahulu kala ummat Islam sudah pernah bersinggungan dengan LGBT ini. Bahkan dalam satu kota yang bernama "Sodom". kondisi masyarakatnya memiliki penyimpangan Sexsual dengan mencintai sesama jenis yang tidak pernah dilakukan ummat sebelumnya. Mereka lebih memilih sesama jenis daripada Wanita yang telah diciptakan Alloh S.W.T sebagai tempat menunaikan hasrat manusiawi-nya. Nabi Luth A.S pun yang saat itu diberikan risalah kenabian tidak digubris oleh pengikutnya dan kaum nya mengusir Nabi Luth. Mereka berkata kepada nabi luth "keluarkan saja Luth dari kampung kitasesungguhnya ia orang yang sok suci." hingga akhirnya alloh s.w.t menurunkan Adzab kepada mereka (Qisosul anbiya'. Hal.109).

Sebagaimana Alloh S.W.T berfirman dalam Surah An-Naml.55:

"Dan (ingatlah kisah) Luth A.S ketika dia berkata kepada kaumnya mengapa kamu melakukan "Fahisyah" (hal keji) padahal kamu melihatnya?(54). Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) Syahwat-mu, bukan mendatangi perempuan? sungguh kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu) (55).

Kaum Sodom juga disebut dalam surah Al-A'raf; 81-83, Hud; 69-84, Al-Hijr ; 51-77, As-Syuaro'; 160-175, Al-Ankabut;28-35, As-Shoffat; 133-138, Al-Qomar; 33-40. Ayat-ayat tersebut mengandung keharaman menjimak di Dubur Pria ataupun Wanita.

Rosululloh S.A.W bersabda:

من وجدتموه يعمل عمل قوم لوط فاقتلوا الفاعل والمفعول به (الحديث)
"Barang siapa diantara kalian menemukan orang yang melakukan perbuatan kaum luth maka bunuhlah subyek (pelaku) dan obyeknya."

Sesuai kaedah ushul fiqh "dar'ul mafasid muqoddamun 'ala jalbil masholih" (Mencegah lebih baik dari mengobati) segala sesuatu yang mengarah kepada perilaku HOMOSEKSUAL & LESBIAN harus dicegah. Dalam kitab Mughni Muhtaj juz.4 hal.207: "Harom hukumnya melihat Amrod (lelaki tampan) yang belum berjenggot dengan bersyahwat menurut kesepakatan Ulama'. Dan ini tidak terkhusus kepada Amrod saja tetapi juga kepada Wanita yang menjadi Mahrom nya."

Demikian kehati-hatian Syariat Islam dalam mengantisipasi adanya penyimpangan seksual. bahkan dikatakan oleh Imam Subki : "Hukum memandang laki laki yang tampan lalu dia merasakan kenikmatan saat memandangnya adalah Harom, beliau juga berkata; 'bahkan sebagian orang tidak melakukan asusila, akan tetapi hanya dengan memandang dan menyukai, mereka mengira mereka telah selamat dari dosa padahal tidak!!!. Walaupun nantinya saat melihat dia tidak Syahwat akan tetapi akan menimbulkan fitnah maka Harom melihat lelaki tersebut." Dan Imam Nawawi berkata: "dilarang melihat amrod walaupun aman dari fitnah dalam pendapat yang Ashoh, sebab amrod itu menimbulkan kecenderungan syahwat dan dia seperti wanita bahkan dosanya lebih besar dari memandang wanita ajnabiyah."

Dengan demikian jika memandang lelaki yang sesama jenis saja dilarang maka sudah tentu bersentuhan dan menyepi berdua akan lebih dilarang. Dan dalam  kitab Majmuk Bab. Sholat Jamaah dikatakan : "Hal ini merupakan Qiyas dari madzhab syafi'i bahwa hal tersebut lebih berbahaya dan lebih dekat dengan mafsadah (kerusakan). Begitu juga bisa kita Qiaskan pada lesbian (wanita menyukai wanita).

Rosululloh s.a.w sudah mewanti wanti dalam sebuah hadits;

اخوف ما اخاف على أمتي عمل قوم لوط
"Yang paling aku takutkan atas ummatku yaitu adanya perbuatan kaum Luth."

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : اربعة يصبحون في غضب الله ويمشون في سخط الله . قلت :من يا رسول الله؟ قال: ((المتشبهون من الرجال بالنساء , والمتشبهات من النساء بالرجال , والذي يأتي البهيمة , والذي يأتي الرجال ))
Diriwatkan dari Abi Huroiroh R.A dia berkata; rosululloh s.a.w bersabda; Empat golongan yang dibenci alloh dan berjalan dalam murkanya. Lalu aku berkata; siapa ya Rosulalloh? Rosululloh berkatA; Wanita yang menyerupai laki laki, laki-laki yang menyerupai wanita, dan yang menjimak kemaluan hewan dan yang mensodomi laki laki."

Sodomi dalam bahasa arab disebut "Liwath". Hukum Liwath dalam Qonun (perundang undangan islam) dianggap sebagai tindakan Kriminal yang mana hukumannya seperti hukuman orang Berzina menurut pendapat yang shohih yaitu di rajam (dilempar dengan kerikil hingga mati). Menurut pendapat lain kedua pelakunya dibunuh berdasarkan hadits yang telah disebutkan diatas.

Transgender atau Perpindahan kelamin dari laki laki menjadi wanita ataupun sebaliknya tidak dibenarkan dalam agama islam. Sebab hal tersebut termasuk "Taghyirul kholqi" (merubah ciptaan) yang telah diberikan Alloh secara fitrah. Adapun "khuntsa mushkil" (terlahir dalam dua kelamin) memiliki hukum tersendiri dalam kaitannya dengan Ibadah, Mu'amalah, Nikah, dan Jinayah. Yang kesemuanya telah ditentukan dalam hukum islam dan tidak bisa dirubah rubah. Mengapa? Karena semua takdir yang telah dianugrahkan alloh kepada manusia tuhan telah menyiapkan Konsekwensi dan Reward-nya jika manusianya mau bersabar dan memahami kehandaknya.

 Memang benar sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa jika kita menyukai orang yang haram untuk di Wati' (di senggama) seperti sesama jenis. lalu meninggal karena rindu maka kita akan mati syahid. Tapi dengan 4 empat syarat yang tak boleh dilupakan seperti yang dijaskan dalam kitab kitab salaf. Yang inti dari ke empat persyaratan itu bukan berarti menghalalkan HOMOSEXSUAL / LESBIAN. Akan tetapi harus tidak diungkapkan kepada orangnya dan tidak boleh bermaksiat sementara homo dan lesbi sudah pasti bermaksiat.

Hal ini sungguh mengulang perbuatan  keji yang telah dijelaskan secara Eksplisit dalam Al Quran. Jikalau ada, Apapun bentuknya walaupun tidak persis seperti yang dilakukan kaum Nabi Luth a.s. tetapi penyimpangan penyaluran kebutuhan Sexsual kaum LGBT ini menyerupai pada beberapa poin kebobrokan Kaum Nabi Luth a.s, maka LGBT ini persis seperti yang dikatakan penyair :

فاءن لم تكونوا قوم لوط بعينهم * فما قوم لوط منكم ببعيد
"Walaupun kalian tidak seperti kaum luth sepenuhnya. Tapi kaum luth tidak jauh beda dari kalian (kaum LGBT)".

Sejatinya setiap manusia diciptakan memiliki insting Syahwat. Dan itu pasti ada pada setiap orang, ketika syahwat ini di aplikasikan pada hal yang baik maka akan menghasilkan segala bentuk kebaikan. penggunaan logika yang logis dan syariat yang benar menjadikan syahwat  ini terarah sesuai jalannya. Begitu juga dalam Etika pergaulan yang baik akan menghasilkan Ide yang cemerlang serta keinginan yang luhur, bersih dan bermartabat. Tuhan telah menyelamatkan kita dari kejahiliaan dan untuk menjadi kaum Modern. lalu mengapa kita yang sudah Modern sekarang ingin menjadi Jahiliah Episode kedua???.

Ini bukan hanya problem balasan tuhan yang belum diturunkan kepada pelaku Maksiat seperti Negara belanda seperti pendapat Mas Ulil Absor Abdala. Tetapi dengan mewabahnya kaum LGBT apalagi diresmikan Negara, nantinya akan merubah mineset kaum pemuda pemudi indonesia. Secara psikologis, medis, social, logika sama sekali tidak ada yang membenarkan LGBT. sementara mengenai adzab, Allah sudah menjelaskan bahwa saat adzab tidak turun ke dunia maka akan di Pending ke akhirat dan itu pasti. meskipun LGBT nampaknya masih produk baru yang digarap Mas Hendra tetapi sebenarnya LGBT ini adalah hasil dari metamorfosa dari RUU KKG yang digarap Prof.DR Musdah Mulia beberapa tahun lalu yang mengerucut lagi kepada sumber utamanya yaitu Diresmikannya The International Bill of Human Rights. Kami akan mendukung segala bentuk HAM yang diterapkan di Indonesia, terutama yang diadosi dari Ushulul Khamsah (pokok-pokok yang lima) dengan dikawal oleh Syariat Islam.

Sekian.

    *Moh Nasirul Haq.
    Student of Imam Shafie College, Hadhramaut–Yemen.
    Tarim-Yaman 18-Februari-2016



Sumber :muslimedianews




0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "HAM, LGBT, KKG DAN ISLAM. "

Post a Comment

close