Hoax Voa-Islam: Sebuah Masjid di Semarang Digembok atas Usulan Yayasan Kristen?


Wartaislami.com ~ Pada akhir Januari 2016, media online dihebohkan dengan pemberitaan tentang masjid di Semarang yang disebutkan telah digembok oleh Yayasan Kristen. Rame umat Islam yang tidak tahu menahu pun meluapkan kemarahannya di jejaring sosial dengan kata-kata yang tidak layak, jauh dari nilai-nilai Islam.

Kalau kita telusuri, isu penggembokan masjid oleh Yayasan Kristen bermula dari situs voa-islam yang pada 31 Januari 2016 menuliskan berita berjudul Sebuah Masjid di Semarang Digembok atas Usulan Yayasan Kristen?. Situs voa-islam yang menganut fahama Wahabi Najed ini memang terkenal dengan tulisannya yang berbau fitnah, adu dombam dan penebar kebencian diantara umat manusia. Situs yang tidak layak untuk dibaca oleh umat Islam yang menganut fahaman Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja).

Isu terkait penggembokan masjid ini tentu saja dapat memunculkan konflik SARA jika tidak segera ditangani. Karena memang itulah tujuan mereka situs-situs pembuat propaganda yang hanya ingin membuat kerusakan dan memecah belah kerurukan antar umat beragama.

Untuk membuktikan kebenaran tulisan voa-islam tersebut, maka Tim Forum Kerurukan Umat Beragama (FKUB) Semarang menelusuri langsung ke masjid tersebut, sebagaiamam dikutip ricpos.com. Hasilnya sudah diduga, PEMBERITAAN VOA-ISLAM ADALAH HOAX, PALSU, DAN DUSTA. Masyarakat sekitar membantah fitnah yang dihembuskan voa-islam. Salah satu warga yang bernama Bapak Kabul bahkan menjelaskan bahwa penggembokan tersebut dilakukan agar anak-anak saat bermain tidak menghabiskan air Wudlu dan mengotori masjid. Jadi, tidak benar ada penggembokan masjid oleh Yayasan Kristen, yang ada justru umat Kristiani membantu pembangungan pagar masjid tersebut.

Berikut hasil penelusurannya, dikutip dari ricpos.com;

Pada Senin, 1 Februari 2016 jam 11.30, saya segera melakukan penelusuran dengan berusaha menemui moment yaitu saat waktu sholat tiba, guna membuktikan apakah masjid tersebut digembok atau tidak. Untuk melihat apakah pelaksanaan sholat dapat berjalan lancar. Saat waktu dzuhur tiba di masjid At-Taqwa tersebut rutinitas sholat dzuhur berjalan sebagaimana biasanya.

Setelah sholat, saya berusaha mewawancarai Mas Eko, yang saat itu sebagai muadzin. Ia bercerita bahwa Kp. Deliksari yg mulai dihuni dan muncul sebagai perkampungan sejak tahun 1988 dan masjid ini dibangun kurang dari lima tahun setelah kampung ini muncul. Jumlah RT ada 6 dan jumlah muslim masih banyak.

Masjid ini diketuai Bapak Abdurrahma, bila Maghrib jamaah yang terbentuk kadang 1-2 shaf namun anak-anak lebih banyak.

Memang di kampung ini dakwah islam lesu… lengang dan baru berani memunculkan identitas islamnya hanya saat Idul Fitri. Untuk Idul Adha pun jumlah qurban dari umat islam lokal hampir tidak ada, justru dari luar yang datang mengirim hewan kurban berupa kambing. Untuk tahun ini jumlah hewan kurban ada 20 ekor..

Terkait adanya berita online yang menyebutkan bahwa masjid tersebut digembok oleh Yayasan Kristen dibantah oleh masyarakat sekitar. Bapak Kabul bahkan menjelaskan bahwa penggembokan tersebut dilakukan agar anak-anak saat bermain tidak menghabiskan air Wudlu dan mengotori masjid. Ada juga yang menduga bahwa terdapat oknum yang iri hati jika pembangunan pagar masjid dilaksanskan oleh warga yang beragama Kristen.

Setelah jelas sementara keterangan warga, saya pamitan dan sambil membagikan 3 exp Buku Panduan Kerukunan Umat Beragama yangg dikeluarkan oleh FKUB kota semarang. Yah… nyambi sosialisasi kerukunan. Suwun.
Source: www.muslimedianews.com


0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "Hoax Voa-Islam: Sebuah Masjid di Semarang Digembok atas Usulan Yayasan Kristen?"

Post a Comment

close