Mana Yang Lebih Dahulu? Kesuksesan Atau Kebahagiaan?


Wartaislami.com ~ Amerika mungkin beruntung memiliki orang seperti Shawn Achor, seorang ahli di bidang positive psychology dan aktif membagi ilmunya kepada masyarakat. Acara Shawn di satu saluran tv Amerika, PBS, telah disaksikan berjuta-juta orang Amerika, begitu juga ceramahnya melalui media sosial. Apa yg disebarkan Shawn Achor? Soal yg mungkin rumit, karena kebanyakan orang tak menganggapnya penting atau sebagian lagi menganggapnya sudah menguasainya, yaitu kebahagiaan. Shawn membagikan pengetahuan yg amat penting tentang apa itu kebahagiaan dan apa guna kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari. Kebahagiaan menurut Shawn adalah suatu kondisi emosi yg membuat orang menjadi lebih cerdas, kreatif atau produktif, mampu memecahkan masalah yg rumit atau hanya sekedar tidak membuat masalah bagi lingkungannya.



Shawn Achor telah menulis beberapa buku tentang positive psychology, di antaranya adalah: “Before Happiness; The 5 Hidden Keys to Achieving Success, Spreading Happiness, and Sustaining Positive Change” dan “The Happiness Advantage“. Shawn yg memiliki lebih dari selusin award dalam mengajar positive psychology di Havard University tentu telah membuat banyak orang Amerika menjadi lebih positif dalam menjalani hidup, bahkan mungkin berkat Shawn tak sedikit yg menjadi problem solver di lingkungannya. Pemerintah Amerika bahkan memanfaatkan ilmu Shawn Achor di departemen kesehatan untuk mempromosikan kesehatan melalui kebahagiaan. Andai Indonesia juga memiliki pakar kebahagiaan yg berdasarkan ilmu pengetahuan atau riset ilmiah, bukan sekedar motivator tentu Indonesia bisa menjadi lebih baik.



Mendapatkan kebahagiaan itu mudah pada masa yg baik (good times), namun kebahagiaan menjadi sesuatu yg harus diperjuangkan di masa sulit (difficult times). Di dalam buku “Before Happiness“, Shawn menjelaskan sebuah riset baru tentang bagaimana kita dapat mencegah “gangguan” (noise) yg bisa menghambat kemajuan dalam hidup kita. Gangguan itu adalah berbagai informasi yg bersifat eksternal dan internal yg menghambat kita untuk membuat “positive change“. Gangguan eksternal itu misalnya membaca atau menonton berita negative atau membaca komen negatif di blog atau di halaman social media kita. Sedangkan gangguan internal seperti keraguan pada kemampuan diri sendiri, misalnya mengulang-ulang suara negatif di dalam kepala, “saya tak akan mendapat pekerjaan bagus”, atau “saya tak bisa keluar dari jerat hutang ini”. Menghalau external noise mungkin lebih mudah, namun untuk menghalau internal noise diperlukan sebuah gelombang besar yg berlawanan seperti mengingat-ingat tentang bahwa ada 3 kesuksesan yg pernah kita capai sebelumnya.



Kebahagiaan menurut Shawn bisa disebut sebagai etos kerja. Kebahagian bukan misteri. Kebahagiaan adalah kondisi positif otak yg harus dilatih seperti melatih tubuh agar sehat. Bukan hanya kebahagiaan yg kita butuhkan saat bekerja, namun juga kita membutuhkan kerja keras untuk mendapatkan kebahagiaan. Shawn menganjurkan beberapa tips sederhana untuk menumbuhkan positive emotions (kondisi bahagia) yg dapat bertahan untuk waktu yg relatif lama. Tips ini bisa dijadikan kebiasaan positif setiap hari. Jalani hanya 1 atau lebih dari tips ini dan cukup dilakukan selama 3 minggu saja. Lalu lihat perubahan yg dihasilkan.



1.Tulis setiap hari dalam sebuah catatan harian 3 hal baru yg membuat kita merasa senang atau bersyukur.   Kebiasaan ini bisa menghasilkan sikap optimis hingga berbulan-bulan ke depan meski kebiasaan menulis ini   sudah dihentikan.


2.Tulis satu penjelasan pendek (hanya butuh waktu 2 menit saja) mengapa sebuah sebuah pengalaman positif   hari ini memiliki arti yg penting dalam kehidupan kita. Ini penting untuk memberi arti bagi setiap apa   yg kita kerjakan, bukan hanya sekedar mengerjakan daftar apa yg harus kita kerjakan setiap hari.   Penelitian membuktikan kebiasaan ini meningkatkan kebahagiaan dalam bekerja.


3.Melakukan meditasi sederhana, misalnya hanya duduk memejamkan mata sambil konsentrasi memperhatikan   tarikan dan hembusan nafas yg kita lakukan. Ini membantu untuk menghalau efek negatif dari multitasking   (beberapa macam pekerjaan yg dilakukan secara bersamaan). Riset juga membuktikan bahwa multiple task   akan lebih cepat diselesaikan hanya jika dikerjakan satu persatu. Meditasi ini menurunkan stress dan   menaikkan rasa bahagia.


Riset Shawn Achor menunjukkan kebahagiaan tidak selalu diperoleh setelah kita mendapatkan kesuksesan. Ada banyak orang tak bahagia setelah menjadi kaya, menjadi artis, mendapatkan kerja bagus, mendapatkan kenaikan pangkat, meski semua pencapaian itu adalah cita-citanya sejak kecil. Goals atau target hidup kita terus bertambah atau berubah setelah satu pencapaian dari target yg kita buat sebelumnya. Sehingga anggapan bahwa bekerja keras akan menghasilkan kebahagiaan menjadi tidak tepat, karena justru menurut riset Shawn, kebahagiaanlah yg lebih menjamin untuk menghasilkan kesuksesan. Sudah saatnya bagi kita untuk mengerti mengapa kita bisa merasa bahagia dan memafaatkan kebahagiaan untuk meraih sukses di berbagai bidang atau hanya sekedar lebih baik dari orang lain. Kebahagiaan adalah sebuah advantage yg bisa dimanfaatkan untuk mencapai kesukesan yg lebih besar sekaligus untuk bertambah bahagia.



Source: www.inspirasi.co


0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "Mana Yang Lebih Dahulu? Kesuksesan Atau Kebahagiaan?"

Post a Comment

close