Tak Akui Pancasila, Warga Gebangkulon Tolak Khilafatul Muslimin


Wartaislami.com ~ Puluhan warga Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mendatangi mushalla Al-Abbas yang berada di desa tersebut. Mereka menolak aktivitas jemaah Khilafatul Muslimin dan meminta mereka pergi dari mushalla itu.

Abdul Bari, salah satu warga, mengatakan para jamaah tersebut bukan berasal dari desanya, melainkan warga luar. Menurutnya, paham yang diterapkan oleh Jamaah Khilafatul Muslimin bertolak belakang dengan ideologi yang diakui warga setempat. "Salah satunya, mereka menginginkan pendirian khilafah dan menolak Pancasila," ujar Bari.

Untuk meluruskan permasalahan tersebut, saat ini sedang digelar pertemuan yang menghadirkan masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh ulama, dan instansi lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Gebang Kulon M. Toyib, berharap tidak lagi ada gejolak di masyarakat.
"Saya berharap pertemuan ini bisa menghasilkan keputusan akhir," ujar Toyib. Hingga berita ini diturunkan, pertemuan masih berlangsung.

Menanggapi tuduhan itu, pimpinan Khilafatul Muslimin, H. Salam, mengatakan aktivitasnya tak lebih dari syiar agama. "Kalau memang kami tak diterima di sini, kami akan pergi. Mungkin masyarakat di sini belum memahami tujuan kami," kata dia.

Siapakah Kelompok Sekte Khilafatul Muslimin?


Khilafatul Muslimin merupakan salah satu sekte asal Indonesia yang mengklaim diri sebagai khilafah penerus khilafah minhajin nubuwwah. Kelompok sekte ini didirikan pada 1997, tepatnya pada 18 Juli 1997 dengan mengangkat Abdul Qadir Hasan Baraja sebagai khalifah atau amirul mukminin mereka.

Jantung kekhalifahan kelompok Khilafatul Muslimin dipusatkan di kota pesisir pantai, Teluk Betung, Bandar Lampung. Guna menundukung pemerintahan kekhalifahan, mereka mendirikan Masjid Kekhalifahan Islam  yang beralamat di Jl. WR. Supratman Bumi Waras, Teluk Betung, Bandar Lampung, Indonesia.

Pada 13 Maret 2014, sang Khalifah Abdul Qadir Hasan Baraja bersama seseorang bernama Zulkifli Rahman yang disebut sebagai Amir Daulah Khilafatul Muslimin di Sumbawa melakukan peresmian lokasi pembangungan Universitas Kekhalifahan Islam. Universitas di Sumbawa inii yang katanya akan dijadikan pusat kegiatan pendidikan Khilafatul Muslimin dari seluruh dunia.

Dalam website resmi Khilafatul Muslimin yang beralamat di http://www.khilafatulmuslimin.com, kelompok ini mengajak umat Islam untuk berbaiat kepada pimpinan mereka, Khalifah Abdul Qadir Hasan Baraja. Mereka mengklaim beberapa orang telah menyatakan berbait kepada Khilafatul Muslimin sebagaimana dilansir dalam website mereka. Diantara orang yang dinyatakan telah berbaiat adalah Mantan Imam Laskar FPI Sumatera Utara, Pegawai Gubernur Sumatera Utara, PM OKP Pemuda Pancasila Sumatera Utara, dan lain sebagainya.

Dalam Maklumat Khilafatul Muslimin disebutkan siapapun yang tidak ikut berbaiat kepada Khalifah Abdul Qadir Hasan Baraja maka matinya termasuk sebagai orang yang mati dalam keadaan mati jahiliah.

"Tanpa perlu menunggu lebih lama lagi, sebaiknya orang-orang HTI segera mengambil bai'at terhadap Khalifah Abdul Qadir Hasan Baraja dari Khilafatul Muslimin. Demikian juga kelompok-kelompok lainnya yang memiliki tujuan sama dengan HTI. Agar nantinya mereka tidak termasuk orang yang mati dalam keadaan mati jahiliyah karena tidak mengambil bai'at pada Khalifah", tulis Maklumat Khilafatul Muslimin, 18 Juli 1997.

Tidak hanya itu, Khilafatul Muslimin juga beranggapan bahwa ormas Islam yang ada di Indonesia termasuk Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah adalah aliran yang salah, bahkan termasuk HTI yang sama-sama punya jargon Khilafah.



Pada 14 Agustus 2014, Kapolres Kutai Kartanegara (Kukar) AKBP Abdul Karim berhasil mengungkap jaringan kelompok Khilafatul Muslimin di daerahnya. Dalam jumpa pers, Abdul Karim menyatakan ada 5 orang yang sudah berbaiat kepada Khilafatul Muslimin. Proses pembaiatan dilakukan di Masjid Al-Huda yang terletak di Jalan Silabel, KM 7, RT 12, Kelurahan Jahab, Kecamatan Tenggarong, Kukar.

Lebih lanjut, Abdul Karim, mengungkapkan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap para pengikut Khilafatul Muslimin disebutkan para pengikutnya ini wajib menyumbangkan 10 persen dari penghasilannya untuk kelompok Khilafatul Muslimin.

Mungkin yang kita tahu di Indonesia, yang paling getol teriak-teriak khalifah di jalanan adalah kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Ternyata jauh sebelum HTI berjualan khalifah, Khilafatul Muslimin di Bandar Lampung sudah lebih dahulu mendeklarasikah khilafah. Bahkan sebelum ISIS menyatakan diri sebagai khalifah, kelompok asli Indonesia ini telah punya khalifah.

Kalau sudah begini, khalifah mana yang mau diikuti? Khalifah vesi Khilafatul Muslimin, khalifah versi ISIS, atau khalifah versi HTI yang masih dalam dunia mimpi? Atau mungkin anda berminat mendirikan khalifah sendiri?


    Sumber: Metrotvnews Jabar/ MMN. via muslimedianews.com

0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "Tak Akui Pancasila, Warga Gebangkulon Tolak Khilafatul Muslimin"

Post a Comment

close