Amar Makruf Versi Gus Mus


Wartaislami.com ~ Dalam kehidupan, kita jangan asal memakai konsep tanpa berpikir lagi tentang bagaimana konsep itu sendiri. Sudahkah kita benar-benar memahami konsep dakwah, konsep kemanusiaan, konsep persaudaraan, konsep amar makruf nahi mungkar.

Demikian serangkaian refleksi yang disampaikan KH Musthofa Bisri (Gus Mus) saat mengisi pengajiaan di Masjid An-Nur,Tegalsari, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/3).

Gus Mus mengamati, sekarang ini muncul orang-orang yang merasa dirinya besar dan benar. Ini justru malah mengambil alih hak preogratif Allah. Berdakwah memang perbuatan yang terpuji, karena mengajak orang pada kebaikan. Berdakwah harusnya ada aturan mainnya, karena hidayah adalah urusan Allah. "Nabi Muhammad SAW saja tidak bisa mengislamkan pamannya sendiri, Abu Lahab," lanjut kiai sekaligus penyair ini.

Pengasuh Pesantren Raudlatuth Thalibin Rembang ini mengungkapkan, hendaknya orang berdakwah itu sabar. Dulu nabi sangat sabar ketika berdakwah. Bahkan nabi pernah dilempari batu. Namun dengan sabar nabi terus berdakwah, tidak menggunakan cara kekerasan.
Menurut Gus Mus, ada berbagai macam  metode dakwah, yakni bil hikmah, bil mauidhatil hasanah. Namun bagi dai (sebutan orang yang berdakwah) harus memahami hakikat berdakwah. "Berdakwah itu artinya mengajak. Ud'u ila sabili robbika. Dalam ayat tersebut mengapa tidak disebutkan secara jelas sasaran dakwah, maka ibarat mau naik bus, pasti yang  pasti orang yang belum naik," terang kiai yang pernah menjabat Rais Aam PBNU  ini.

Selanjutnya, sambung Gus Mus, setelah dakwah adalah amar makruf nahi mungkar. Ajakan ini harus dengan cara yang baik pula. Sebab amar makruf merupakan manifestasi kasih sayang diantara sesama umat Islam.

"Ada macam-macam tingkatan amar makruf, di antaranya dengan lisan, perbuatan dan hati. Meskipun demikian tergantung kadar kasih sayang orang yang amar makruf. Misalkan seorang ibu akan lebih tanggap jika melihat anaknya memanjat pohon yang licin karena habis terguyur hujan, dibanding ayah, atau pun tetangganya dan orang lain yang kebetulan lewat. Begitu pun amar makruf," jelas Gus Mus. (Ahmad Solkan/Zunus) via nu.or.id

0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "Amar Makruf Versi Gus Mus "

Post a Comment

close