Gus Nuril Kritik Gereja yang “Tak Gaul” dengan Masyarakat


Wartaislami.com ~ Pengasuh Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal Jakarta KH Nuril Arifin Husein (Gus Nuril) bersikap terbuka terhadap sejumlah kelompok lintas iman. Bahkan, salah satu anggota Dewan Khos Pencak Silat NU Pagar Nusa ini kerap berceramah di beberapa gereja.

Meski begitu, Gus Nuril juga mengkritik pihak gereja yang ia sebut “kurang gaul” atau tak bersosialisasi secara baik dengan masyarakat sekitar. Ia mengungkapkan hal itu terkait laporan pelarangan pendirian gereja oleh kelompok tertentu.

"Janganlah ketika lagi bermasalah, datang ke saya dan saya hanya jadi pelengkapan penderitaan saja," katanya dalam acara Ngopi Bareng Gus Nuril yang mendiskusikan tema "Indonesia Darurat Radikalisme" di Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal II, Jakarta Timur, Kamis (17/3).

Gus Nuril menekankan pentingnya silaturahim dan saling mengunjungi antarpemuka agama, bukan pada saat susah atau bermasalah saja, tapi juga pada saat-saat normal. Menurutnya, silaturahim adalah benteng pencegah radikalisme di masyarakat.

"Radikalisme itu cuma cangkokan. Bukan hasil persemaian yang mengakar. Radikalisme muncul saat ada desakan, rasa frustasi, juga kealpaan pemerintah untuk memberi harapan pada masalah riil," paparnya.

Sementara itu Ketua PBNU KH Abdul Manan A Ghani yang menjadi narasumber dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa kekerasan meski mengatasnamakan agama sesungguhnya berkisar pada urusan duniawi, bukan kepentingan agama seperti yang dilakukan ISIS.

Ia juga mengatakan, orang yang mau merusak negara adalah mereka yang merasa asing di negerinya sendiri. (Adi Sukma/Mahbib) via nu.or.id
0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "Gus Nuril Kritik Gereja yang “Tak Gaul” dengan Masyarakat"

Post a Comment

close