Kunjungi Gus Mus dan Mbah Maimoen, KPK Akan Latih Keuangan Pesantren


Wartaislami.com ~ Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar kunjungan ke berbagai pesantren di Jawa Tengah pada Senin (7/3) lalu. KPK bersama beberapa tokoh muda berkunjung ke kediaman dua kiai kharismatik NU yakni KH Musthofa Bisri (Gus Mus) di Raudlatut Thalibin, Leteh Rembang, dan KH Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Al Anwar Kecamatan Sarang Rembang.

Menurut Direktor Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Sujanarko, kunjungan ini dimaksudkan sebagai upaya strategis KPK sekaligus penjajakan kerjasama dengan Nahdlatul Ulama dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.

"Tiga pilar pemberantasan korupsi yaitu penindakan, pencegahan dan pemberdayaan komunitas. NU merupakan komunitas besar di Indonesia yang memiliki semangat sama dalam pemberantasan korupsi," katanya.

Salah satu yang akan direalisasikan adalah kerjasama tata kelola pesantren khususnya pertanggungjawaban keuangan."Pada 2017 mendatang kami akan mengandeng NU mengadakan pelatihan penyuluh antikorupsi bersertifikat," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir, mantan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto, Koordinator Jaringan GusDurian Alissa Wahid , dan Direktur NU Online Syafi' Alielha.

Bambang Widjojanto menambahkan, NU bisa memberi nilai-nilai yang dapat disinergikan dengan KPK. Sebaran nahdliyin dan tokoh NU sangat penting bagi KPK. "Banyak sekali tokoh NU yang menjadi cermin bapak bangsa. Keteladanan ini sangat dibutuhkan bangsa ini," ujarnya.

Gus Mus menyambut baik kerjasama  KPK. Menurutnya, kerjasama NU dengan KPK bisa dilakukan dalam dua hal. Pertama, KPK bisa memberi informasi seluk beluk korupsi. "Banyak yang terjerat korupsi karena tidak tahu tentang korupsi. Dengan mengetahui seluk beluk korupsi semua bisa berhati-hati dan menjaga diri agar tidak korupsi," tutur Gus Mus.

Sebaliknya, kata Gus Mus, NU bisa memberikan masukan tentang nilai-nilai pemberantasan korupsi ke KPK. "Nilai-nilai itu seperti kejujuran, keadilan, amanah dan tanggung jawab," tegasnya.

Harapan Gus Mus, kerjasama itu bisa menemukan akar masalah terjadinya korupsi. "Kenapa orang korupsi atau sumber korupsi itu harus ditemukan. Kalau menurut saya, korupsi itu terjadi karena kesenangan pada materi yang berlebihan,’’ tandas dia.

Setelah mengunjungi Gus Mus, rombongan KPK melanjutkan ke kediaman KH Maimoen Zubair. Setelah itu pada Selasa (8/3) kemarin KPK menemui KH Dimyathi Rois di Pesantren Al- Fadlu wal Fadilah, Kutoharjo Kaliwungu, Kendal. (Aan Ainun Najib/Zunus) via nu.or.id
0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "Kunjungi Gus Mus dan Mbah Maimoen, KPK Akan Latih Keuangan Pesantren"

Post a Comment

close