Inilah Makna "Al-Ulama Waratsatul Anbiya" menurut Habib Luthfi


Hadist al-ulama waratsatul anbiya’ yang berarti ulama adalah pewaris para Nabi, rupanya tidak hanya sebatas ulama yang hidup semasa Nabi Muhammad SAW ataupun sesudahnya, tetapi juga para ulama mutaqoddimin, yang hidup pada zaman para Nabi sebelumnya.

“Kalimat al-ulama waratsatul anbiya’ merupakan wujud Nabi Muhammad SAW. nguwongke (menghargai) para ulama. Tidak hanya ulama pada zamannya atau sesudahnya, akan tetapi juga ulama pada Nabi sebelumnya,” tutur Rais Aam Jam’iyyah Ahlith Thoriqah Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN), Habib Muhammad Luthfi bin Yahya pada acara Maulid Akbar di Pondok Pesantren Al-Inshof Sulurejo Plesungan Karanganyar, Ahad (10/4) lalu.

Lebih lanjut dipaparkan ulama asal Pekalongan tersebut, dalam kitab At-Tobaqotil Kubro terdapat penjelasan makna al-ulama waratsatul anbiya’ ini.

“Pertama, al-ulama sholihun. Kedua, al-ulama shodiqun seperti Syekh Abdul Qadir Jailani dan lain sebagainya, mereka memiliki tobaqoh-tobaqoh yang luar biasa untuk membantu awam. Ketika awam gundah, mereka memiliki karomah untuk meyakinkan awam,” papar Habib Luthfi.

Karomah tersebut, terang Habib Luthfi, bagi sebagian orang mungkin dirasa tidak masuk akal. “Kok tidak masuk akal? kalau Allah yang memberikannya, sangatlah mungkin,” kata dia.

Habib Luthfi juga menyampaikan pesan kepada para jamaah yang hadir dalam kesempatan tersebut, agar dapat menjaga peninggalan dan meneruskan hal sudah dirintis para ulama.

“Sudah sejauh mana, kita nguri-nguri (ikut merawat) peninggalan yang sudah dirintis para ulama terdahulu,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Fathoni) via nu.or.id

0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "Inilah Makna "Al-Ulama Waratsatul Anbiya" menurut Habib Luthfi"

Post a Comment

close