KH Maimoen Zubair Ungkap Keistimewaan di Balik Tanggal 10 Rajab


Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mengungkapkan keistimewaan tanggal 10 bulan Rajab. Hal ini disampaikannya kepada para santri Madrasah Ghozaliyah Syafi'iyah (MGS) Sarang Kabupaten Rembang.

Mbah Moen mengatakan, dalam bulan Rajab sebenarnya ada dua peristiwa besar, yakni Isra' Mi'raj dan pindahnya nur Nabi Muhammad SAW dari punggung Sayyidina Abdullah bin Abdul Mutholib ke rahim Sayyidah Aminah binti Wahab atau disebut wiladah pertama.

"Hal ini bertepatan dengan tanggal 10 Rajab. Karena itu disunnahkan berpuasa untuk menghormati berpindahnya nur itu. Disamping itu karena ada hadits juga," tambah kiai yang kini berusia 91 tahun tersebut.

Peristiwa Isra' Mi'raj, lanjut Mbah Moen, banyak orang yang tahu. Bahkan banyak juga yang memperingatinya secara besar-besaran. Namun untuk peristiwa kedua (wiladah pertama) hanya orang khowas yang tahu. "Memperingatinya pun tidak boleh dibesar-besarkan, cukup dengan berpuasa sebagai rasa syukur," terang Mbah Moen.

Wiladah pertama ini yang disebut dengan wiladah haqiqiyyah. Maka dalam kitab al-Barzanji disebutkan banyak kejadian-kejadian besar yang terjadi bersamaan dengan peristiwa itu. Ini termasuk yang melatarbelakangi mengapa Mbah Moen menganggap bahwa al-Barzanji lebih ilmiah daripada yang lain.

Salah satu santri Al-Anwar Sarang Kabupaten Rembang, Senin (18/4) juga mengungkapkan, biasanya KH Maimoen Zubair melakukan puasa setiap tanggal 10 Rajab. (Aan Ainun Najib/Fathoni) via nu.or.id

0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "KH Maimoen Zubair Ungkap Keistimewaan di Balik Tanggal 10 Rajab"

Post a Comment

close