Inilah Ulama-ulama yang Bermakam Lebih dari Satu


Tim Ekspedisi Islam Nusantara selama perjalanan sebulan di pulau Jawa, menemukan makam ulama yang dipercayai penduduk memiliki memiliki makam lebih dari satu.

Makam Sunan Bonang misalnya, dipercayai ada di Lasem (Jawa Tengah) dan di Tuban (Jawa Timur). Tim ekspedisi mendatangi keduanya melakukan tahlilan di kedua tempat tersebut.

Di tuban, tim ekspedisi berziarah ke makam Sunan Geseng yang dipercayai sebagai salah satu murid Sunan Kalijaga. Ketika di Yogyakarta, tim ekspedisi menemui makam bernama Sunan Geseng juga. 

Begitu juga perjalanan di Sumatera. Tim Ekspedisi Islam Nusantara  menemukan makam Syekh Abdurrauf Singkil berada di Indragiri Hulu.

Menurut Saharan Sepur hal itu dikarenakan Syekh Abdurrauf Singkil pernah menjadi mufti Kerajaan Indragiri. Beberapa minggu sebelumnya, tim ekspedisi berziarah ke makam Syekh Abdurrauf Singkil di Banda Aceh yang letaknya di tepi Selat Malaka.

Ketika tim ekspedisi berada di Kampar, mendapatkan kabar ada makam Syekh Burhanuddin Kuntu. Tim pun menjelajah ke sana. Ketika sampai, ternyata yang dimaksud adalah Syekh Burhanuddin yang selama ini dikenal Syekh Burhanuddin Ulakan (Padang Pariaman, Sumatera Barat).

Rencananya lusa (Sabtu 14 Mei), tim ekspedisi akan berziarah ke makam Syekh Burhanuddin Ulakan. Jadi apakah Syekh Burhanuddin Kuntu yang dimakamkan di Kuntu (Kampar) adalah Syekh Burhanuddin yang dimakamkan di Ulakan? (Abdullah Alawi) via nu online
1 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

1 Response to "Inilah Ulama-ulama yang Bermakam Lebih dari Satu"

  1. ini mungkin adanya keslahan pengertian . Maqom yang biasa disebut para wali itu bukan berarti kuburan atau makam tempat dikuburnya , tapi kata Maqom yang oleh para orang awam dianggap sebagai makam/kuburan itu sebenarnya berrati tempat berpijak , tempat berdiri ketika para wali itu memberikan pencerahan atau berdakwah. Hal ini sama saja di Baitulloh ada bangunan yang disebut maqam Ibrahim , itu bukan kuburannya Nabi Ibrahim , tapi tempat berpijaknya atau tempat yang biasa dibuat berdiri oleh nabi Ibrahim. Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan, kalau benar semata karena petunjuk dari Allah , dan kalau salah itu karena kebodohan saya. Matur-nuwun...

    ReplyDelete

close