Kiai Muhaiminah, mengubah Jagung jadi Lebah untuk usir Belanda


Wartaislami.Com ~ Markas Besar Oelama (MBO) dikenal sebagai kumpulan para kiai yang siap bertempur bersama di Tentara Hizbulloh, Pasukan Sabililah dan Mujahiddin.
MBO di bawah komando KH Wahab Chasbullah ini memiliki kiai pilih tanding yang memiliki ilmu kanuragan tinggi. Salah satunya adalah Kiai Muhaiminah dari Pondok Bambu Runcing, Temanggung, Jawa Tengah.

Menurut Sejarawan NU Choirul Anam, Kiai Muhaiminah ini adalah kiai yang kharismatik. "Dalam perang melawan sekutu beliau memiliki senjata berupa jagung. Namun ketika segenggam jagung itu dilempar bisa menjelma menjadi ribuan lebah," tutur Cak Anam kepada Okezone.
Cak Anam mengaku sempat bertemu dengan kiai ini sekitar setahun yang lalu. Saat itu, Cak Anam bertandang ke Pondok Bambu Runcing. Saat bertemu di ponpes tersebut, Cak Anam diberi sebilah keris yang saat ini tersimpan di Museum NU di Gedung Astranawa, Jalan Gayung Sari, Surabaya.
Selain Kiai Muhaiminah ada juga prajurit Sabilililah yang bernama Hasyim Latif. Dalam perjuangan melawan sekutu, Hasyim Latif memiliki kenuragan yang cukup tinggi. Ketika berhadap-hadapan dengan Belanda, Hasyim Latif pernah diberondong peluru oleh tentara Belanda.
"Rupanya berkat pertolongan Allah, Hasyim Latif tidak terluka sedikit pun. Hanya, baju yang dipakainya itu bolong-bolong karena terjangan peluru Belanda. Saat ini baju Hasyim Latif tersimpan di Museum NU," katanya.

Kata Cak Anam, KH Wahab Chasbullah juga memiliki keistimewaan. Secara batin, Kiai ini memiliki kanuragan yang cukup tinggi. Mbah Wahab juga tidak mempan oleh peluru milik Belanda. Jas milik Mbah Wahab Chasbullah tersimpan di Museum NU terlihat bolong-bolong karena ditembus peluru belanda.
"Jasnya masih ada di Museum. Termasuk tongkat milik Mbah Hasyim (KH Hasyim Asy'ari). Tongkat ini ketika ditancapkan musuh tidak berani mendekat," jelas Cak Anam.
Kata Cak Anam semua lini barisan santri dan ulama berjuang mati-matian untuk mempertahakan kemerdekaan Indonesia. Ia juga menyayangkan, banyak sejarah yang dihilangkan terkait perjuangan ulama dan kaum santri ini. Ia berharap ada rekontruksi sejarah dang mengungkap fakta-fakta yang ada.

"Saya punya data semuanya dan bukti-bukti. Bahwa sejarah kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari pergerakan Islam. Termasuk 10 November ini, peran ulama dan santri sangat besar. Saat itu, pemerintah pusat sudah tidak berdaya menghadapi tekakan dunia international hingga Bung Karno menyatakan semua terserah rakyat Surabaya," pungkasnya.







Sumber :okezone.com
0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "Kiai Muhaiminah, mengubah Jagung jadi Lebah untuk usir Belanda "

Post a Comment

close