TIGA TUJUAN DIWAJIBKANNYA IBADAH SHAUM


Setiap perintah yang Allah wajibkan dan larangan yang Allah sampaikan pasti memiliki tujuan. Shalat misalnya bertujuan untuk "mengingat" Allah dan dengan mengingat Allah membuat hati kita "tenteram".
Didalam Al Quran Allah berfirman :
إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
_Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku maka sembahlah aku; dan tegakkanlah shalat untuk *mengingatku*_ (QS. Thaha : 14)
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
_Ketahuilah bahwa dengan mengingat Allah membuat ketenteraman hati._
Artinya....tujuan shalat :
Shalat untuk Zikir
Zikir untuk Thuma'ninah
Jadi,
Shalat untuk Thuma'ninah
Bagaimana kalau hati masih gundah gulana, tidak tenteram? padahal shalat telah dilakukan tiap waktu?
Berarti ada question mark yg harus kita jawab sendiri?
Sekarang bagaimana dengan Tujuan Puasa?
Bila kita baca Surah Al Baqarah ayat 183 sd 186, maka akan tampak ada 3 tujuan utama kenapa puasa diwajibkan?
*Pertama*, niscaya engkau menjadi orang2 yang bertaqwa. (لعلكم تتقون) sebagaimana terkandung dalam firmanNya :
يا ايها الذين امنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون.
_Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa (Ramadlan) sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa_. (QS. Al Baqarah: 183)
Bertaqwa sering diartikan menjalankan seluruh perintah Allah dan menjauhi larangan Nya. Suatu perbuatan yang maha sulit. Kita memang berupaya menuju ke kesempurnaan takwa meski sulit untuk merealisasikannya. Ibadah puasa akan memandu kita menuju itu dengan bertahap.
Yang paling penting dalam beribadah adalah konsistensi dan prosesnya bukan hasilnya. Ketika proses ibadah yg kita lakukan didasrkan dengan ikhlas dan tawakkal, maka Allah akan mencatat setiap progres yg telah kita kerjakan, sehingga kita sering berdoa :
يا الله بها ... ياالله بها .... يا الله بحسن الخاتمة ...
_Ya Allah...dengan ibadah yang telah kami upayakan dan lakukan jadikanlah aku orang yang baik di akhir (khusnul khatimah)_
Jangan pernah menghitung-hitung apalagi sering menyebut perbuatan baik yang telah kita lakukan, karena kita tidak pernah mengetahui apakah Allah akan menerima atau menolaknya.
Serahkan semua upaya dari ibadah dan amal baik yg telah kita lakukan sesuai panduan shalat. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku kuserahkan sepenuhnya kepadaMu ya Allah. Kabulkan permohonanku....Amiin

Kedua, tujuan ibadah puasa yg kedua adalah agar kita pandai bersyukur. Di dalam Al Quran dinyatakan, ........niscaya engkau menjadi orang2 yang pandai bersyukur (لعلكم تشكرون) sebagaimana firman Nya :
يريد الله بكم اليسر ولا يريد بكم العسر ولتكملوا العدة ولتكبروا الله على ما هداكم ولعلكم تشكرون
.........Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya , hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu , agar kamu bersyukur. (QS Albaqarah : 185)
Bila kita ingin punya rumah, maka orang lain juga menghendakinya;
Bila kita ingin punya kendaraan, maka orang lain juga menginginkannya;
Bila kita ingin punya uang yg cukup, maka orang lain juga mengharapkannya;
Bila kita ingin makan makanan lezat, maka orang lain juga ingin hal yang sama.
Kita diminta untuk puasa di siang hari, sementara banyak saudara kita yg dengan ikhlas puasa sepanjang dan berhari-hari.
Kita diminta untuk menahan keinginan dalam beberapa saat, sementara jutaan saudara kita yg dengan terpaksa menahan keinginannya seumur hidup.
Kita selalu merasa kurang dengan pemberian yang ada;
Kita selalu merasa dahaga dengan beragam minuman yg tersedia;
Kitapun selalu merasa tidak puas dengan karunia yang ada.
Percayalah....
Tidak akan merasa kenyang anak cucu Adam kecuali dia sudah diletakkan di liang lahat.
Karenanya Rasulullah berpesan :
انظروا الى من هو اسفل منكم ولا تنظروا ا لى من هو فوقكم...ذالكم ان لا تزدروا نعمة الله عليكم ....
_Lihatlah orang lain yg (posisi) ekonominya lebih rendah dari engkau dan jangan melihat yg diatasmu. Yang demikian itu akan membuat dirimu pandai bersyukur atas limpahan nikmat Allah_
Semoga puasa kita tahun ini lebih konkrit memberikan kontribusi langsung kepada sesama dengan berlatih terus untuk menjadi orang yang pandai berbagi karena bersyukur atas karunia Nya. Amiin


*Ketiga*, tujuan ibadah puasa yang ketiga adalah agar kita pandai bersikap seimbang dalam hidup.
Di dalam Al Quran dinyatakan, niscaya mereka menjadi orang2 yang selalu dalam kebenaran karena mendapatkan petunjuk (لعلهم يرشدون) sebagaimana firman Nya :
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖأُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖفَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
_Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran_ (QS. Al Baqarah : 186).
Imam Suyuthi dalam tafsirnya mengartikan
لعلهم يرشدون
dengan
لعلهم يهتدون اى لمصالح دينهم ودنياهم
Maksudnya *berada dalam kebenaran* itu adalah *mendapatkan petunjuk agar selalu mampu bersikap seimbang dalam urusan agama dan dunia*.
Ya keseimbangan. Keseimbangan adalah sunnatullah atau hukum alam yg telah ditentukan Allah. Kita dituntut untuk berlaku seimbang dalam semua aspeknya. Hukum keseimbangan itu berlaku dimana-mana.
Jika kita menekan sebuah benda sebesar 10 Newton ke kanan, maka untuk mencapai keadaan seimbang benda itu sesungguhnya menekan kita sebesar 10 Newton ke kiri.
Artinya, _jika kita memaksa siapapun dengan tekanan atau pemaksaan, maka Allah akan membuat keseimbangan di alam ini dengan menahan sejumlah usaha yg telah kita lakukan yang berlawanan arah dengan cara Allah_.
Dalam Al Quran, Surat Ar Rahman dinyatakan bahwa Allah telah menetapkan hukum kesetimbangan pada langit dan tata surya lainnya; maka manusia diperintahkanlah agar menjaga keseimbangan.... dengan antara lain "jangan berlaku curang dalam timbangan" ketika jual beli karena itu melanggar keseimbangan alam.
Keseimbangan juga harus diterapkan dalam upaya pemenuhan kebutuhan material dan spiritual; duniawi dan ukhrawi; lahir dan batin. Islam mengajarkan kita agar tetap beribadah dengan khusyu tetapi jangan lupa dengan urusan dunia dan begitu juga sebaliknya.
Allah berfirman :
وابتغ فيما آتاك الله الدار الآخرة ولا تنس نصيبك من الدنيا
_Dan carilah apa yang telah diberikan oleh Allah kepadamu dari negeri akhirat, dan jangan lupakan bagianmu di dunia_. (QS. Al-Qashash : 77)
Keseimbangan amal duniawi dan ukhrawi juga diingatkan banyak ulama dalam kalimatnya :
لا تترك أن تعمل في الدنيا للآخرة حتى تنجو من العذاب لأن حقيقة نصيب الإنسان من الدنيا أن يعمل للآخرة
_Janganlah engkau abaikan beramal di dunia untuk akhirat, hingga engkau bisa selamat dari adzab. Sesungguhnya bagian manusia di dunia yang sebenarnya adalah ketika dia beramal untuk akhiratnya_.
Atau pernyataan yang sering kita dengar,
اعمل لدنياك كانك تعيش ابدا #
واعمل لاخرتك كانك تموت غدا
*Berbuatlah untuk duniamu seolah-olah engkau akan hidup selamanya dan beribadahlah untuk akhiratmu seolah-olah engkau akan mati esok*.
Semoga kita mampu menyeimbangan pemenuhan kehidupan ini dengan prinsip keseimbangan dan keadilan. Semoga.


Dr. H. Fathurin Zen SH, M.Si
Dosen Program S3 Ilmu Komunikasi Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta


Sumber :santrionline.net
0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "TIGA TUJUAN DIWAJIBKANNYA IBADAH SHAUM"

Post a Comment

close