Jawaban Untuk Anak Kemarin Sore yang Bilang "Gak Usah NU NU-an yang Penting Aswaja,


WartaIslami ~  Saya mantep ber-NU meski sampai sekarang juga belum punya KartaNU. Di NU, saya niati ndandani awak alias memperbaiki diri sebagaimana pesennya KH. A. Muchith Muzadi. Karena itu ya harus siap berproses. Siap tombok, siap urunan dan siap gegeran (ha ha ha...).

Maka, kalau ada yang bilang "Nggak NU, NU an. Sing penting Aswaja," ya nggak masalah. Itu hak yang ngomong, kok. Tapi monggo dicermati, yang kemana-mana bilang begitu biasanya juga nggak pernah merasakan suka duka berproses di NU.

Kalaupun ada yang pernah jadi pengurus NU kemudian berhenti lalu bilang begitu, KAYAKNYA salah niat sejak awal: "Niat memperbaiki NU,", bukan "niat memperbaiki diri melalui NU." Akhirnya ya kegeden niat, malah terpontal-pontal. Nggak tahan dengan tantangan. Maklum, niat memperbaiki bahtera yang sedang melaju.

Ada juga yang tidak sadar diri dan tidak tahu diri. Ini biasanya dialami oleh orang yang sudah gumede sejak awal. Karena sudah menganggap dirinya gede, maka ketika idealismenya dihadapkan pada dinamika organisasi, dia tidak mau bersikap REALISTIS dan tabrak sana-sini lalu menganggap apabila orang lain harus tunduk pada keinginannya. Padahal, kita tahu, organisasi adalah wadah kompromi gagasan, bahkan pertarungan ide. Dibutuhkan kecemerlangan menyampaikan ide, komunikasi yang baik antar orang-orang yang ada di dalam organisasi, dan daya pikat agar gagasannya diterima. Nah, ketika orang ini tidak mampu mengkomunikasikan idenya dengan baik kepada orang lain, dia akan membuat front tersendiri. Puncaknya, biasanya ya malah menjelek-jelekkan organisasi yang pernah diikutinya. Ada? Banyak. Hahaha Yang terakhir ini punya tipikal PEKERJA tolol yang selalu menyalahkan ALAT apabila kerjanya nggak beres dan karyanya jelek.

Lha wong para kiai sepuh yang sudah puluhan tahun mengabdi melalui NU saja nggak rewel, kok yang seumuran jagung niat ndandani NU malah umek rewel.
Apakah saya ta'ashub? Tenang saja, ini cuma cuap-cuap kok, karena ibuuuu memberiku Combantrin, agar caciiiing ca-cing KO...

*penulis adalah orang yang aktif di NU, dan fans berat Jarjit.

Selamat siang, selamat menunggu istirahat siang, selamat berlapar-lapar bagi yang berpuasa. Bagi yang tidak berpuasa, selamat menunggu waktu makan, dan jangan lupa nunggu adzan maghrib berkumandang.

Di Share dari Santrionline

Selain Jawaban diatas, video dibawah ini Habib Luthfi juga mengecam orang yang mengatakan gak usah NU-NU an yang penting Aswaja, tonton video berikut:




Resource Berita : muslimoderat.net
0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "Jawaban Untuk Anak Kemarin Sore yang Bilang "Gak Usah NU NU-an yang Penting Aswaja, "

Post a Comment

close
Banner iklan disini