Kedahsyatan Sedekah di Malam Lailatul Qadar



WartaIslami ~ Oleh Nur Rohman
Satu malam sama dengan 83 tahun. Itulah malam Lailatul Qadar. Kalau kita sedekah di hari-hari biasa Allah berjanji setiap satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan. Bahkan Allah mencontohkan orang yang bersedekah itu bagaikan orang yang menanam satu bebijian yang kemudian tumbuh menjadi 7 ranting, dan setiap ranting itu akan menghasilkan 100 buah.

Bagi yang Allah kehendaki, sebiji itu akan menjadi buah yang tak dapat hitung jumlahnya. Subhanallah, bagaimana misalnya jika kita bersedekah seribu rupiah saja di bulan Ramadhan dan di malam Lailatul Qadar? Berapa kebaikan yang akan kita dapatkan. Tidak terhitung.

Di hari-hari akhir bulan Ramadhan, kita akan sering dengar kata: Te-Ha-eR. Ya, THR atau Tunjangan Hari Raya dinantikan baik oleh yang puasa maupun yang tidak. Suatu perusahaan, misalnya, memberikan THR kepada semua karyawan tujuannya adalah agar seorang karyawan dan keluarganya berbahagia pada hari raya.

Begitu pun sebuah warung yang berbagi THR kepada para konsumennya, senang semua senang. Betapa senang melihat semua orang senang berbagi, memberi, dan menerima THR. Sebab, semua orang berhak bahagia di Hari Raya Idul Fitri. Tanpa terkecuali.

Tentang THR, manfaat, dan kebahagiaan di hari Lebaran, kita juga menemukannya dalam kisah Baginda Nabi Muhammad SAW yang pada suatu pagi berjalan menuju masjid untuk melaksanakan sholat Idul Fitri. Kemudian Nabi melihat banyak anak-anak yang sedang mengekspresikan kegembiraan Hari Raya dengan pakaian baru dan mainan yang bagus-bagus. Di antara anak-anak itu Nabi menyaksikan seorang bocah yang pakaiannya lusuh dan kumal. Bocah itu menangis sesenggukan.

Maka, Nabi pun mengampiri bocah itu dan bertanya, “Nak, kenapa di saat teman-teman kamu bergembira merayakan Hari Raya, kamu malah tampak bersedih dan menangis.”

Kemudian anak itu menjawab, “Wahai, Tuan, bagaimana saya tidak sedih. Ayahku sudah tiada. Ia meninggal ketika perang bersama Rosulullah. Sedangkan ibuku, ia nikah lagi dengan pria lain dan membawa harta peninggalan Ayah. Karena itu, di saat teman-temanku bergembira saya merasa sedih.”

Selanjutnya, Nabi mengajak anak yatim itu ke rumah. Sang kekasih Allah itu memberikan pakaian baru dan mainan bagus. Nabi pun meminta kepada anak yatim, “Maukah kau jika aku menjadi ayahmu, Fatimah jadi bibimu, dan Hasan Husain menjadi saudaramu?”

Maka anak itu pun mengangguk dan senang bukan kepalang serta mengucapkan banyak terimakasih kepada Baginda Nabi. Lalu, anak itu pun pamit kepada Nabi untuk keluar rumah dan bermain bersama teman-temannya dalam keadaan riang gembira.

Anak-anak di tempat bermain pun heran dan bertanya, “Tadi kamu sedih dan menagis. Kenapa sekarang kamu sangat riang sekali?”

Anak itu pun menjawab, “Bagaimana saya tidak riang, Rasulullah menjadikanku putranya, kemudian Fatimah jadi bibiku, dan Hasan Husain menjadi saudaraku. Aku pun sekarang punya baju baru, mainan bagus, dan bisa makan enak.”

Begitulah kisah singkat dari Baginda Nabi, yang bisa kita jadikan teladan betapa memberi THR kepada orang yang membutuhkan adalah perbuatan yang mulia.

Mari, di akhir Ramadhan, menjelang Lebaran ini, kita tebarkan kasih dan sayang kepada sesama saudara yang membutuhkan uluran tangan, kepedulian kita. Semoga di antara kebaikan yang kita tanam adalah perbuatan yang kita lakukan tepat di malam Lailatul Qodar. Sehingga pahala dan keberkahan melimpah ruah pada kita. Amiin…


*) Pengurus Pusat NU CARE-LAZISNU dan Pembina Majlis Rajeg, Tangerang.


Resource Berita : nu.or.id
0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "Kedahsyatan Sedekah di Malam Lailatul Qadar"

Post a Comment

close
Banner iklan disini