Syekh Yusri: Cara Nabi SAW Mendidik Sahabatnya



WartaIslami ~ Syekh Yusri hafidzahullah Ta’ala wa ro’ah dalam pengajian Shahih Bukharinya menjelaskan, bahwa baginda Nabi SAW mendidik para sahabatnya untuk beristiqomah dalam melakukan sebuah ibadah.

Karena orang yang mampu konsisten dalam sebuah ibadah, maka dia akan mendapatkan pahalanya ibadah itu sendiri dan ditambah lagi pahalanya beristiqomah. Istiqomah adalah merupakan ibadah tersendiri, yang ada pada setiap macamnya ibadah.

Baginda Nabi SAW adalah orang yang sangat perhatian terhadap ihwal para sahabatnya, baik dalam perkara dunia ataupun ibadahnya. Sebagaimana baginda juga sangatlah perhatian terhadap anak-anak sahabat yang telah ditinggal gugur oleh ayahnya dalam berjihad di jalan Allah.

Hal ini sebagaimana telah diriwayatkan, bahwa Abdullah bin Umar RA telah dinikahkan oleh ayahnya dengan seorang perempuan yang memiliki kemuliaan di kaumnya.

Dimana sayiduna Umar RA selalu menyempatkan diri untuk bertanya kepada menantunya tentang suaminya ini. Suatu saat, ketika ditanya tentang suaminya, maka dia berkata “ Abdullah adalah sebaik-baik lelaki, sehingga dia tidak pernah menyentuhku”.

Karena dia adalah orang yang sibuk dengan ibadahnya. Umarpun menerima pengaduan ini, dan menampungnya untuk disampekan kepada baginda Nabi SAW.

Setelah beberapa waktu, sayiduna Umar RA mengadu kepada baginda Nabi tentang ihwal anaknya ini. Hingga akhirnya, baginda mendatangi Abdullah bin Umar RA untuk menanyakan hal tersebut.

Baginda Nabi SAW tahu, bahwa Abdullah bin Umar RA adalah orang yang selalu menyibukkan dirinya dengan ibadah, sehingga baginda bertanya kepadanya tentang bagaimana puasa dan mengkhatamkan AlQur’annya? Lalu diapun menjawab bahwa dirinya berpuasa setiap hari, dan mengkhatamkan AlQur’an sekali dalam sehari juga.

Baginda Nabi SAW memberikan nasihat kepadanya, agar bisa memenuhi hak istri dan juga bisa beristiqomah dalam ibadahnya, baginda Nabi berkata:

“صُمْ فِى كُلِّ شَهْرٍ ثَلاَثَةً وَاقْرَإِ الْقُرْآنَ فِى كُلِّ شَهْرٍ”

Artinya: “Berpuasalah tiga kali dalam sebulan, dan khatamkanlah AlQur’an sekali dalam sebulan”(HR. Bukhari).
Lalu Abdullah bin Umarpun barkata kepada Nabi, bahwa dirinya mampu dan kuat untuk melakukan lebih dari yang baginda sarankan.

Kemudian baginda Nabi SAW memenuhi tawarannya tersebut dan berkata:

“صُمْ أَفْضَلَ الصَّوْمِ صَوْمِ دَاوُدَ صِيَامَ يَوْمٍ وَإِفْطَارَ يَوْمٍ وَاقْرَأْ فِى كُلِّ سَبْعِ لَيَالٍ مَرَّةً”

Artinya: “Berpuasalah dengan sebaik-baik puasa yaitu puasa Nabi Dawud AS, sehari puasa sehari berbuka, dan khatamkanlah Al Qur’an sekali dalam seminggu “(HR. Bukhari).

Syekh Yusri menambahkan, bahwa kahtaman Alqur’an mingguan ini adalah merupakan adat dari kebanyakan para sahabat RA dan juga para orang shalih.

Semua ini adalah bentuk dari tarbiyah baginda Nabi SAW kepadanya, agar mampu dalam beristiqomah untuk menajalankannya. Sebagaimana baginda Nabi SAW bersabda:

“وَأَنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ أَدْوَمُهَا إِلَى اللَّهِ وَإِنْ قَلَّ”

Artinya: “Dan sesungguhnya sebaik-baik amal di sisi Allah adalah yang paling istiqomah meski sedikit “(HR. Bukhari). Wallahu A’lam

Laporan: Abdullah Alyusriy

(Andy Abdul Hamid)


Resource Berita : aktual.com
0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "Syekh Yusri: Cara Nabi SAW Mendidik Sahabatnya"

Post a Comment

close
Banner iklan disini