Cikal-bakal Lahirnya NU Berawal dari Langgar Ini



WartaIslami ~ Menurut informasi dari ceramah Kiai As’ad Syamsul Arifin, kira-kira di tahun 1920, terjadi pertemuan ulama dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlahnya 66 ulama. Menakjubkan, karena mereka datang secara bersamaan, mengunjungi Kiai Muntaha, menantu Syaikhana Khalil, di Jangkebuan, Bangkalan.

Adapun tujuan mereka tersampaikan oleh salah seorang ulama yang menyatakan, bahwa mereka ingin meminta bantuan Kiai Muntaha untuk menyampaikan aspirasi mereka sebab mereka tidak berani untuk menyampaikannya secara langsung kepada Kiai Kholil.

“Apa kepentingannya?” kata Kiai Muntaha

“Begini, sekarang sudah ada kelompok-kelompok yang sangat tidak suka terhadap ulama-ulama salaf, tak suka pada karangan kitab-kitab ulama salaf. Yang mau mereka ikuti hanya Al-Qur’an dan Hadits saja. Selain ini sudah tidak perlu diikuti. Lalu, bagaimana peninggalan pelopor-pelopor terutama Wali Songo kalau (pemahaman) seperti ini yang diterapkan di Indonesia? Sebab, rupanya, kelompok ini (melakukan gerakan) melalui (bantuan) kekuasaan pemerintah jajahan, pemerintah Hindia Belanda. Mari dimaturkan kepada Kiai Kholil!”

Sementara ulama-ulama itu bermusyawarah dan Kiai Muntaha belum juga berangkat untuk menjumpai Kiai Kholil demi menyampaikan pemikiran para ulama tersebut, Kiai Kholil justru lebih dulu menugaskan Kiai Nasib untuk memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang belum diajukan tersebut.

Kiai As’ad—yang ketika itu memang sedang 'nyantri' di Bangkalan—menirukan perintah Kiai Kholil kepada Kiai Nasib sebagai berikut:

“Nasib, sini, kemari. Begini, kasih tahu, ya, sama Muntaha. Di dalam Al-Qur’an sudah ada keterangan, sudah cukup.

يُرِيدُونَ أَن يُطْفِؤُواْ نُورَ اللّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّهُ إِلاَّ أَن يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ


“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai” (At-Taubat: 32). Sudah, ini kasih tahu. Cukup sudah. Jadi, kalau sudah dikehendaki oleh Allah Ta'ala, pasti terjadi kehendak Allah Ta'ala. Tak akan gagal. Kasih tahu, ya, sama Muntaha!”

* * *

Kira-kira, demikianlah gambaran musyawarah dan instruksi Kiai Kholil bin Abdul Lathif tatkala itu. Dari hasil musyawarah yang dilakukan oleh ulama-ulama di Bangkalan tersebut itulah lantas muncul gagasan didirikannya organisasi Nahdlatul Ulama (NU) beberapa tahun kemudian.

Nah, langgar dalam foto ini adalah Langgar Kiai Muntaha, terletak di Jangkebuan. Lokasinya ini berada kira-kira 1 kilometer arah timur laut Mertajasa, Maqbarah Syaikhana Kholil bin Abdul Lathif, Bangkalan. Menurut penuturan Kiai Afif, tidak ada yang berubah dari langgar yang saat ini dirawat oleh KH Hamid Kholily tersebut. Secara keseluruhan, bangunan masih utuh. Hanya bagian ubin yang diperbaiki. Dan, di langgar inilah ke-66 ulama itu bertemu sebagaimana disampaikan.


Penulis adalah seniman dari Pesantren Annuqoyah, Guluk-Guluk via NU Online



Resource Berita : muslimoderat.net
2 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

2 Responses to "Cikal-bakal Lahirnya NU Berawal dari Langgar Ini"



  1. Registrasi Sekarang dan Rasakan Sensasi nya!!!
    ADU BANTENG, Sabung Ayam, Sportbook, Poker, CEME, CAPSA, DOMINO, Casino
    Modal 20 rb, hasilkan jutaan rupiah
    ONLY ON BOLAVADA
    Info lebih lanjut silahkan hubungi operator kami:
    BBM : D89CC515
    No. HP : 0812-8836-2917
    +6281297272374
    081288362917
    LINE : Bolavada
    Terima Kasih
    Bonus 10% All Games Bolavada
    FREEBET AND FREECHIP 2017 FOR ALL NEW MEMBER !!!
    BBM : D89CC515

    ReplyDelete
  2. BONUS 100rb Di bulan AGUSTUS !
    Daftar dan Ambil BONUS nya
    dewasabungayam
    Perlayanan Cepat Dan Ramah
    Support Semua Bank Indonesia
    whats up : 6281377055002
    BBM: D8C363CA (NEW)

    ReplyDelete

close
Banner iklan disini