Ini Tiga Fitrah Manusia



WartaIslami ~ Idul fitri adalah hari raya kemanusiaan. Makanya, manusia mestinya harus kembali tiga fitrah manusia. Demikian disampaikan Katib Syuriyah PCNU Jember Kiai MN Harisudin yang juga Dosen Pascasarjana IAIN Jember pada acara Halal Bihalal Idul fitri 1438 H Keluarga Besar Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jember, di Hotel Aston Jember, Selasa (3/7).

Acara yang diselenggarakan mulai jam 19.00 Wib lebih itu dihadiri kurang lebih 100 orang Kepala Sekolah SMA dan SMK se-Kabupaten  Jember, dan juga Pengawas SMA dan SMK se-Kabupaten Jember. Hadir juga Kepala Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jember, Lutfi Isa Ansori.

Menurut Kiai Harisudin, tiga fitrah ini sering dilupakan oleh manusia karena memang manusia adalah makhluk pelupa seperti asal katanya nisyanun.” Pertama yang dilupakan adalah bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang paling indah. Ini fitrah pertama. Dia diberi tubuh yang ahsanu taqwim dibanding makhluk hidup yang lain. Hanya seringkali manusia itu sering pelupa,” kata Kiai Harisudin yang juga Ketua Bidang Intelektual dan Publikasi Ilmiah IKA-PMII Kabupaten Jember.

Kedua, manusia juga sering lupa dengan fitrah tujuan penciptaannya.”Tujuan utama manusia adalah untuk liya’budini. Menyembah Allah SWT. Kalau yang lain adalah tugas tambahan. Karena kita tidak perlu galau dengan ‘urusan dunia ini’,” kata Kiai MN Harisudin yang juga Sekretaris Yayasan Pendidikan Nahdaltul Ulama Jember (YPNU Jember).

YPNU adalah yayasan yang menaungi Universitas Islam Jember yang kini berkembang pesat menjadi Universitas kebanggaan NU di Jawa Timur.

Ketiga, manusia memang diciptakan fi ahsani taqwim. Tetapi, fitrahnya manusia dicipta bukan makhluk sempurna.

“Karena itulah, makanya manusia harus sadar kalau bentuk ketidaksempurnaannya, ia dapat melakukan kesalahan, dan orang lain juga bisa melakukan kesalahan. Di situlah, makanya orang harus minta maaf kalau ia berbuat salah dan memaafkan kalau orang lain berbuat salah,” kata Kiai MN Harisudin yang juga Wakil Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr PWNU Jawa Timur.

Kiai MN Harisudin menceritakan Syeikh Taqiyudin, seorang ulama Syafi’iyah yang menjadi hakim di Mesir pada abad ke-8 H dan berbuat khilaf dengan meremehkan istrinya yang dianggap tidak punya peran apa-apa. Padahal, ia menjadi hebat karena juga dukungan istrinya. Istrinya akhinya memboikotnya serta tidak mau menyuguhkan hidangan gandum hari raya Idul Fitri seperti biasa.

“Akhirnya, Syeikh Taqiyudin bingung dan lalu ketika khutbah Idul Fitri, ia sebut-sebut daqiqil ‘id (gandum hari raya) sehingga khutbah menjadi kacau. Ia lalu minta maaf pada istrinya dan sejak itu, ia dipanggil dengan julukan Ibnu Daqiqil ‘Id,” kata Pengasuh Pesantren Darul Hikam Mangli Jember ini. (Sohibul Ulum/Alhafiz K)


Resource Berita : nu.or.id
0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "Ini Tiga Fitrah Manusia"

Post a Comment

close
Banner iklan disini