Diagnosis Penyakit Kalbu



WartaIslami ~ Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin menyifati tafakur dengan kunci segala nur dan dasar mencari penglihatan kalbu. Manusia, terang sang imam, hendaknya memeriksa empat perkara kala ia bertafakur. Pertama, tentang maksiatnya. Coba kita teliti setiap bangun tidur, apakah anggota badan kita melakukan maksiat kemarin? Coba periksa mulut, berapa kalimat candaan yang melukai hati saudara sendiri? Tanya kaki, melangkah ke tempat buruk atau ke tempat mulia dengan niat riya?

Lalu kita berpikir jika ternyata ada anggota badan kita yang melakukan hal-hal yang tidak disukaiAllah. Kita berpikir ada dalil-dalil dari kitabullah dan sunah Rasul-Nya yang mengancam dosa-dosa yang tubuh lakukan. Kemudian kita berpikir bagaimana kita akan menjaga tiap jengkal tubuh kita dari perbuatan maksiat. Semua itu hanya bisa dilakukan dengan duduk sejenak, bertafakur, meneliti, dan jujur pada diri sendiri.

Kedua, tentang perbuatan taat. Kita layak bertanya apakah shalat fardhu kita sudah sempurna kita tunaikan? Kita berpikir bagaimana menyempurnakan shalat fardhu dengan shalat sunah, kita berpikir tentang keutamaan dan fadilah berbuat taat. Pada akhirnya, kita memiliki azam yang kuat untuk tak absen pada ketaatan.

Ketiga, tentang sifat-sifat yang membinasakan. Imam Ghazali menerangkan, sifat yang membinasakan tempatnya di kalbu. Lantas kita harus bertanya, apa saja sifat membinasakan yang saat ini nyaman tinggal di kalbu kita? Sombongkah, iri, riya, kikir, nafsu syahwat, marah, atau buruk sangka masih berjubel menyesakkan kalbu.

Tafakur adalah diagnosis penyakit kalbu. Secepat kita tahu apa penyakit, kita lebih paham apa  obatnya.

Terakhir, berpikir tentang sifat-sifat yang menyelamatkan. Tobat, sabar, syukur, takut, harap, zuhud,  ikhlas, dan sifat-sifat yang menenangkan adalah penyelamat. Mengetahui sifat-sifat yang menyelamatkan ini penting. Kita harus memproduksi semua kebaikan dan menyediakan semuanya dalam gudang penyimpanan di hati. Lalu saat kita membutuhkan penawar, tinggal kita keluarkan sifat yang kita butuhkan saat itu.

Berbelanja sifat yang menyelamatkan akan ada hasilnya jika kita sudah memproduksinya. Bagaimana mungkin kita akan mengambil sifat sabar saat ditimpa musibah, padahal kita sama sekali tak mengenal bagaimana sabar itu bekerja.

Selamat datang jiwa-jiwa yang lelah di pemberhentian sejenak tafakur. Isi energi dengan kekuatan tafakur dan tadabur. Sebelum memulai lagi tugas besar mengurus bumi dengan hak perwalian sang khalifah.


Resource Berita : republika.co.id
2 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

2 Responses to "Diagnosis Penyakit Kalbu"

  1. b-o-l-a-v-i-t-a
    -Bonus 10% untuk Member Baru
    -Bonus Referal 10%
    -Bonus CashBack Hingga 10%
    Pelayanan Terbaik dan Profesional, Proses Depo dan WD tercepat
    Hanya Dengan Modal 50rb rupiah Anda bisa Bermain Sabung Ayam
    Info lebih lanjut :
    whats up : 6281377055002
    BBM: D8C363CA (NEW)

    ReplyDelete
  2. Yuk untuk kalian yang mempunyai jiwa bermain poker dan ingin mendapatkan tambahan sampingan
    Langsung aja yuk daftarkan diri anda dengan mengklik link Disini
    Banyak banget loh promo dan fitur fitur terbaru yang kami siapkan demi kenyamanan member kami
    Dengan Proses Deposit dan WD tercepat terpercaya menjadikan kami sebagai Agen POKERAYAM Terbesar di Indonesia
    Kami memberikan promo menarik loh selama Bulan Agustus Freechip 10% demi menyambut kemerdekaan HUT RI ke-72
    Refferal 15% Seumur Hidup Kalian so ajak teman kalian sebanyak-banyaknya untuk bermain
    Keberuntungan berlimpah bermain di pokerayam(titik)com
    info keberuntungan lebih lanjut bbm : D8E5205A
    Capsa Susun
    Bandar Ceme
    Live Poker
    Texas Poker
    Domino QQ
    Ceme Keliling
    Poker Terbaik

    ReplyDelete

close
Banner iklan disini