Cita-cita Jamaah Masjid



WartaIslami ~ Cita-cita dapat dikatakan sebuah harapan dan keinginan dari seseorang. Lalu apakah cita-cita dari orang yang selalu ke Masjid. Doa yang mereka panjatkan kepada Allah SWT baik sebelum, ketika, dan sesudah shalat dapat dikatakan sebagai cita-cita dan keinginan mereka yang diharapkan dikabul oleh Allah SWT.

Dalam nomenklatur keilmuan Islam, doa didefinisikan sebagai tholabul fi'li minal adna ilal a'la. Harapan dari seorang hamba kepada Tuhannya. Dari sekian banyak doa yang dipanjatkan oleh jamaah Masjid adalah do'a keselamatan berikut ini: allahumma inna nas'aluka salamatan fiddiin wa afiyatan fil jasadi wa ziyadatan fil ilmi wa barakatan firrizqi wa taubatan qablal maut wa rahmatan indal maut wa maghfiratan ba'dal maut wannajata minnannar wal afwa indal hisab.

Artinya: "Ya Allah, kami memohon kepada engkau keselamatan dalam (akidah) agama, kesehatan dalam jasmani, bertambahnya ilmu, keberkahan rizki, taubat sebelum wafat, rahmat ketika wafat, ampunan sesudah wafat, keselamatan dari api neraka, dan maaf ketika dihisab".

Ada sembilan cita-cita seorang jamaah Masjid. Pertama, keselamatan dalam (akidah) agama. Maksudnya, adalah beragama dengan selamat. Yaitu tidak sesat dalam beragama. Bagaimanakah caranya agar selamat dan tidak sesat dalam beragama. Syekh Nawawi, di dalam kitab Tafsirnya, Marah Labid Fi Tafsiril Qur'anil Majid memberikan cara untuk membedakan haq dan yang bathil adalah dengan cara mempelajari ilmu syariat Islam. Dengan syariat yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, insya Allah, seorang muslim akan selamat dari kesamaran antara yang haq dan yang bathil. Ia dapat membedakan mana ajakan syetan dan mana yang bukan.

Tentu saja, memahami syariat ini harus dibimbing oleh seorang guru. Sebagaimana para sahabat memahami Al-Qur’an dan sunnah langsung dari baginda Rasulullah SAW. Di zaman sekarang, memahami Al-Qur’an dan Sunnah harus dibimbing oleh para ulama' yang bersanad dan bersambung ilmunya dengan Baginda Rasulullah SAW sehingga keilmuannya dapat dipertanggungjawabkan. Pengurus Masjid oleh karena itu, harus membimbing jamaahnya dengan mengadakan majelis ilmu di bawah bimbingan para ulama' dengan kategori di atas.

Cita-cita kedua, adalah afiyatan fil jasad. Kesejahteraan jasmani. Cita-cita jamaah masjid ini juga harus difasilitasi oleh pengurus Masjid dengan program-program yang dapat memakmurkan masyarakat/jamaah masjid. Tidak hanya Masjid yang dimakmurkan. Tapi juga, para jamaahnya pun harus dimakmurkan kesejahteraannya. Dengan program-program ekonomi tentunya. Islam telah mempunyai konsep Zakat sebagai sarana pemakmuran dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Zakat jika dikelola dengan baik insya Allah dapat memakmurkan jamaah masjid.

Cita-cita ketiga, adalah ziyadatan fil ilmi. Ilmu yang bertambah. Pengurus Masjid harus memperhatikan harapan jamaah masjid seperti ini. Bertanggung jawab untuk meningkatkan wawasan keilmuan para jamaah. Apalagi, amal ibadah yang tidak disertai dengan proses belajar ilmu, sulit diharapkan akan diterima Allah SWT, kalau tidak ingin dikatakan tidak akan diterima sama sekali. Syekh Ibnu Ruslan dalam kitabnya Matan Zubad, mengatakan, wa kullu man bighoiri ilmin ya'malu, a'maluhu marduudatun la tuqbalu. "Setiap orang yang beramal tanpa ilmu, maka amaliyahnya ditolak tidak diterima". Pengurus Masjid selain membuka pengajian umum melalui Majelis Ta'lim, kiranya juga dapat membuka Madrasah Diniyah dan institusi pendidikan lainnya untuk memenuhi kebutuhan jamaahnya terhadap ilmu.

Cita-cita keempat, adalah barakatan firrizki. Keberkahan rizki. Cita-cita ini dapat diwujudkan Masjid dalam bentuk motivasi untuk selalu mencari rizki yang berkah dan maupun penyediaan sarana-sarana usaha perekonomian yang halal untuk menampung kebutuhan jamaah. Bisa dalam bentuk mengadakan koperasi jamaah Masjid maupun sarana-sarana lainnya.

Cita-cita kelima, sampai dengan kesembilan berhubungan dengan urusan kematian dan sesudah kematian. Taubat sebelum wafat, rahmat ketika wafat, ampunan setelah wafat, selamat dari api neraka dan dimaafkan Allah SWT di yaumul hisab (hari perhitungan/hari kiamat) nanti. Intinya, bagaimana jamaah dapat husnul khotimah (merasakan akhir yang baik) dalam kehidupannya. Yaitu dengan istiqomah (konsisten) dalam ajaran Islam dan kehidupan yang baik. Fasilitas untuk hal ini, masjid dapat membentuk kelompok dzikir masjid yang membimbing jamaah untuk selalu istiqamah mengingat Allah SWT di setiap saat dan pengelolaan jenazah yang tepat dan sesuai dengan ajaran Islam.

Semoga semua cita-cita dan doa jamaah ini dikabulkan dan di-ijabah oleh Allah SWT melalui sebab-sebab yang diusahakan oleh para pengurus (ta'mir) Masjid. Amiin.


Penulis adalah pengurus Lembaga Ta’mir Masjid (LTM) PCNU Kota Depok


Resource Berita : nu.or.id
2 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

2 Responses to "Cita-cita Jamaah Masjid"

  1. Disini aku mau Sharing aja ya
    Banyak temen aku yang tercukupi kebutuhannya tanpa kerja
    Caranya bagaimana?? hanya mengeluarkan 10 ribu
    untuk bermain di www. pokerayam .com hanya hitungan menit saja
    ratusan hingga jutaan pun didapat dikarenakan pokerayam
    selalu memberikan promo dan keberuntungan kepada member setianya
    banyak promo dan hadiah menarik yang akan update disetiap saat
    yuk silahkan bergabung pada pokerayam jangan lewatkan
    MODAL 10 ribu MENJADI 1 JUTA
    info keberuntungan lebih lanjut
    BBM : D8C0B757
    Line : pokerayam
    Whatsapp : +85587646043
    Capsa Susun
    Bandar Ceme
    Live Poker
    Texas Poker
    Domino QQ
    Ceme Keliling
    Poker Terbaik

    ReplyDelete
  2. Bolavita Agen Terbaik Dan Terpercaya.. Menang Berapapun Di Bayar Langsung!!!
    BOLA, SABUNG AYAM, TOGEL, KASINO, GREENDRAGON , POKER !!!
    AYO JOIN SEKARANG!!!!
    Gabung Bersama Kami Sekarang Dengan Berbagai Macam Bonus Menarik Seperti:
    -Bonus 10% untuk Member Baru
    -Bonus Referal 10%
    -Bonus CashBack Hingga 10%
    Support Semua Bank Indonesia
    whats up : 6281377055002
    BBM: D8C363CA (NEW)

    ReplyDelete

close
Banner iklan disini