Habib Rizieq Harusnya Belajar dari Gus Dur dalam Menangani Kerusuhan Pendukungnya



WartaIslami ~ Dilansir dari CNNindonesia, Pengacara pemimpin organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI) H Rizieq Shihab, Eggy Sudjana, mengatakan kepulangan kliennya ke Indonesia menunggu pernyataan Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, Jokowi harus menyatakan bahwa polisi tidak akan menangkap H Rizieq dan menjamin keamanan kondisi H Rizieq setelah berada di Indonesia, lebih dahulu.

"Habib dengan sadar mau pulang, kalau datang tidak ditangkap, tidak terjadi kerusuhan dan hal-hal lain," kata Eggy saat ditemu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (14/9).
Menurutnya, Jokowi sebagai pemimpin tertinggi TNI dan Polri dapat mengeluarkan pernyataan tersebut.

Dia pun mengatakan, pernyataan itu harus dikeluarkan demi menghindari terjadinya kerusuhan yang dilakukan oleh para pendukung dan pengikut H Rizieq.

Eggy melanjutkan, H Rizieq tidak akan pulang ke Indonesia bila Jokowi tidak mengeluarkan pernyataan tersebut. Menurutnya, Rizieq akan memilih tinggal di Arab Saudi demi menjaga persatuan Indonesia.

"Habib tak punya kemampuan mencegah daya radikalisme para pengikutnya atau ada yang dompleng situasi itu. Jadi garansinya Presiden," katanya.

Habib Rizieq Harusnya bisa seperti Gus Dur
Pada 2001, Gus Dur versus parlemen. Dengan halus dan piawai, para politisi mempreteli kekuasaan Gus Dur. Mega dan Amien Rais melakukan manuver politik yang bsia disebut sebagai kudeta halus. Sebagian politisi NU menyuarakan perlawanan, sebagian kecil bahkan membentuk front "perjuangan". Mereka siap mempertahankan Gus Dur di kursi kekuasaan dengan taruhan nyawanya. Pamswakarsa, milisi sipil tak bersenjata api yang disokong militer dan (kabarnya) didanai politisi, mulai terlibat bentrok dengan pendukung GD, setelah dua tahun sebelumnya baku hantam dengan mahasiswa.

Suara perlawanan terus dikumandangkan. Basis-basis nahdliyyin menggelegak, dibangkitkan dengan narasi terdzolimi. Di tengah kondisi yang memanas ini, bagaimana reaksi Gus Dur sebagai RI-1 yang didukung jutaan massanya? Apakah dida menggelorakan perlawanan dengan menggerakkan pendukungnya? Tidak.

Dengan berkaos dan bercelana pendek, di teras istana negara, ia menyapa para pendukungnya yang sudah siap mati untuknya. Ini penampilannya yang paling eksentrik. Presiden yang menanggalkan simbol kebesarannya dengan hanya mengenakan baju rakyat: kaos dan celana pendek. Bisa saja Gus Dur menggunakan pakaian kebesarannya dan simbol-simbol tertentu untuk menyentuh aspek sentimentil-emosional pendukungnya. Tapi tidak, dia tidak melakukannya. Dengan tertatih-tatih, Gus Dur mengangkat tangan, melambaikan telapak, dan meminta pendukungnya pulang. Pulang? Ya, pulang. Tak ada orasi perlawanan, tak ada narasi sebagai pihak yang dizalimi, juga tak ada glorifikasi jabatan melalui penggunaan jargon-jargon agama.

Para pendukungnya, yang datang dari berbagai daerah, menangis. Bukan karena melihat Gus Dur sebagai pihak yang dizalimi, tapi tangis haru melihat upaya sang tokoh menghindari bentrok sesama anak negeri. Bukankah ini cara Gus Dur mengimplementasikan Ukhuwah Wathaniyah alias persaudaraan tanah air? Elegan, bukan?

"Tak ada jabatan di dunia ini yang perlu dipertahankan mati-matian," kata Gus Dur suatu ketika. Karena sejak awal sudah memandang sebuah jabatan sebagai sesuatu yang tidak istimewa, maka Gus Dur pun tak lantas melakukan glorifikasi dan mistifikasi atas sebuah jabatan.
Tak percaya? Silahkan cermati komentar Gus Dur di sebuah perbincangan ini, "Saya jadi presiden itu cuma MODAL DENGKUL. Itupun dengkulnya Amien Rais."

Umat Islam itu Selalu taat kepada Ulamanya, jika disuruh berhenti ya mereka berhenti, seperti diatas Gus Dur minta pendukungnya untuk pulang dan tidak anarkis, maka sontak para pengikutnya pulang seketika, beliau yang dicaci "Buta Mata Buta Hati" saja mampu mencegah anarksime jutaan pengikutnya saat beliau dilengserkan, Seharusnya Habib Rizieq juga bisa dan tak ada alasan khawatir pengikutnya berbuat kerusuhan.

Pulanglah Habib, buktikan bahwa semua tuduhan itu Hoax dan tidak benar, buatlah teladan yang baik bagi umatmu, Soal khawatir akan terjadinya bentrok pendukungmu itu bisa anda atasi dengan memintanya untuk pulang, umat yang baik akan dengarkan intruksi Ulamanya


Resource Berita : muslimoderat.net
2 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

2 Responses to "Habib Rizieq Harusnya Belajar dari Gus Dur dalam Menangani Kerusuhan Pendukungnya "

  1. Disini aku mau Sharing aja ya
    Banyak temen aku yang tercukupi kebutuhannya tanpa kerja
    Caranya bagaimana?? hanya mengeluarkan 10 ribu
    untuk bermain di www. pokerayam .com hanya hitungan menit saja
    ratusan hingga jutaan pun didapat dikarenakan pokerayam
    selalu memberikan promo dan keberuntungan kepada member setianya
    banyak promo dan hadiah menarik yang akan update disetiap saat
    yuk silahkan bergabung pada pokerayam jangan lewatkan
    MODAL 10 ribu MENJADI 1 JUTA
    info keberuntungan lebih lanjut bbm : D8C0B757
    Capsa Susun
    Bandar Ceme
    Live Poker
    Texas Poker
    Domino QQ
    Ceme Keliling
    Poker Terbaik

    ReplyDelete
  2. Cari Agen Aman dan Terpercaya??
    Serta Pembayaran Terjamin Cepat dan Aman!!
    BolaVita. net / dewasabungayam. com
    BERAPAPUN SIAP DIBAYAR!!
    Permainan Berkelas :
    -Sabung Ayam, Sbobet, IBCBET, Poker, Togel, Tembak Ikan
    BONUS CASHBACK TERTINGGI
    Pembayaran AMAN dan TERJAMIN
    Hubungi Kami :
    BBM : D8C363CA
    whats up : 6281377055002

    ReplyDelete

close
Banner iklan disini