Kisah Nabi Musa dan Hamba Allah yang Alim



WartaIslami ~ Kisah berikut sudah berulang kali disampaikan di berbagai kesempatan, entah di pengajian ataupun di berbagai media. Namun, kisah ini senantiasa hidup dan tak pernah usang, tentang pentingnya bertawadhu dan menyadari di atas orang yang berilmu ada yang lebih berilmu lagi. Kisah ini menimpa Nabi Musa AS.

Suatu ketika, Nabi Musa mendapat pertanyaan, apakah ada orang yang lebih pintar selain dirinya. Karena perasaan kaget dan sedikit merasa ditantang dengan pertanyaan itu, Nabi Musa menjawab dengan spontan. "Tidak ada."

Ternyata Allah SWT tidak setuju dengan jawaban Musa. Lalu Allah SWT mengutus Jibril untuk bertanya kepadanya, "Wahai Musa, tidakkah engkau mengetahui di mana Allah SWT meletakkan ilmu-Nya?"

Mendengar firman Allah yang dibawa Jibril, Nabi Musa sadar bahwa dia terburu-buru menyampaikan jawaban.

Jibril kembali berkata kepadanya, "Sesungguhnya Allah SWT mempunyai seorang hamba yang berada di Majma al-Bahrain yang dia lebih alim daripada kamu."

Penasaran
Mendengar perkataan itu, Nabi Musa penasaran dan ingin segera menemuinya untuk menimba ilmu kepada orang yang disebut Jibril tadi. Lalu timbullah keinginan dalam dalam hatinya untuk pergi dan menemui hamba yang alim itu. Namun, Musa bertanya-tanya bagaimana dia dapat menemui orang alim itu.

Seketika dia mendapatkan perintah untuk pergi dan membawa ikan di keranjang. Ketika ikan itu hidup dan melompat ke lautan maka di tempat itulah Musa akan menemui hamba alim yang dimaksud.

Akhirnya, Musa pergi guna mencari ilmu dan beliau ditemani oleh seorang pembantunya yang masih muda, dikisahkan pembantunya itu bernama Yusya bin Nun. Bersama pemuda itu Nabi Musa membawa ikan di keranjang. Kemudian mereka berdua pergi untuk mencari hamba yang alim dan saleh tersebut.

Tempat yang mereka cari adalah tempat yang sangat samar. Namun, tekad bulat menguatkan hati Musa untuk tetap menemuai sosok misterius itu. Tiba-tiba ketika mereka sedang istirahat, ikan yang mereka bawa loncat dari tempatnya.

Entah apa yang menggerakkan ikan itu tiba-tiba ikan yang mati itu bergerak seperti hidup terbang melayang menuju sumber air tenang. Peristiwa itu tidak diketahui Musa karena sedang beristirahat. Yusya bin Nun itu heran bagaimana bisa ikan mati itu hidup kembali dan melompat ke laut.

Yusya terus memikirkan peristiwa tadi sampai melanjutkan perjalanan yang sangat jauh. Setelah mendapati tempat istirahat lagi, mereka berdua merasa lapar. Musa menyarankan untuk membuka perbekalannya berupa ikan yang matang.

"Coba bawalah perbekalan yang kita bawa, kita akan makan siang di sini. Sungguh kita telah merasakan keletihan akibat perjalanan ini."

Pembantunya tidak bisa menjawab ketika Nabi Musa meminta perbekalan berupa ikan itu. Dengan perasaan bersalah dia menceritakan tentang apa yang terjadi terhadap perbekalan berupa ikan yang telah hidup dan lompat ke lautan luas.

Melompatnya ikan itu ke lautan adalah sebagai tanda bahwa di tempat itulah mereka akan bertemu dengan seseorang lelaki yang alim. Nabi Musa dan pembantunya kembali dan menelusuri tempat mereka beristirahat. Akhirnya, Musa sampai di tempat ikan melompat. Di sanalah mereka mendapatkan hamba Allah SWT yang alim dan saleh, Khidir. (QS al-Kahfi [18] :61-65)
 
"Siapa kamu?" Musa menjawab, "Aku adalah Musa." Khidir berkata, "Bukankah engkau Musa dari Bani Israil? Bagimu salam wahai Nabi dari Bani Israil." Musa berkata, "Dari mana engkau mengenalku?" Khidir menjawab, "Sesungguhnya yang mengenalkan engkau kepadaku adalah yang juga memberitahuku siapa engkau."

Lalu, apa yang engkau inginkan wahai Musa?" Musa berkata dengan penuh kelembutan dan kesopanan, "Apakah aku dapat mengikutimu agar engkau dapat mengajariku sesuatu yang engkau telah memperoleh karunia dari-Nya." Khidir berkata, "Tidakkah cukup di tanganmu Taurat dan bukankah engkau telah mendapatkan wahyu. Sungguh wahai Musa, jika engkau ingin mengikutiku, engkau tidak akan mampu bersabar bersamaku."

Karena Musa memaksa untuk ikut, akhirnya Khidir mengajukan persyaratan agar Musa tidak bertanya sesuatu pun sehingga pada saatnya nanti ia akan mengetahuinya atau dia Nabi Khidir sendiri yang akan menjelaskannya. "Jika engkau mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu pun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu." (QS al-Kahfi[18]: 66-70).


Resource Berita : republika.co.id
2 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

2 Responses to "Kisah Nabi Musa dan Hamba Allah yang Alim"

  1. Disini aku mau Sharing aja ya
    Banyak temen aku yang tercukupi kebutuhannya tanpa kerja
    Caranya bagaimana?? hanya mengeluarkan 10 ribu
    untuk bermain di www. pokerayam .com hanya hitungan menit saja
    ratusan hingga jutaan pun didapat dikarenakan pokerayam
    selalu memberikan promo dan keberuntungan kepada member setianya
    banyak promo dan hadiah menarik yang akan update disetiap saat
    yuk silahkan bergabung pada pokerayam jangan lewatkan
    MODAL 10 ribu MENJADI 1 JUTA
    info keberuntungan lebih lanjut bbm : D8C0B757
    Capsa Susun
    Bandar Ceme
    Live Poker
    Texas Poker
    Domino QQ
    Ceme Keliling
    Poker Terbaik

    ReplyDelete
  2. Bonus Cahsback 10% dan Bonus Harian 5% Cuma ada di Bola vita
    855sm. com / bolavita. org / Bolavita. Net
    Segera daftar dan dapatkan keuntungan bermain di Bola vita
    Ajak teman anda bermain dan dapatkan Bonus Referral hingga 7%
    Info Lebih Lanjut Bisa Hub kami Di :
    wechat : bolavita
    whats up : 6281377055002
    BBM: D8C363CA (NEW)

    ReplyDelete

close
Banner iklan disini