Kurban, Cinta Menundukkan Rasionalitas Nabi Ibrahim



WartaIslami ~ Salah satu bukti kontinuitas Islam dengan agama (millah) sebelumnya ialah adanya adopsi ajaran agama sebelumnya ke dalam Islam. Ini, umpamanya, dapat dilihat dalam perayaan Hari Raya Idul Adha. Perayaan setiap tanggal 10 Dzulhijjah ini merupakan momentum mengingat kembali ketulusan cinta Ibrahim AS sang khalil Allah, dalam mengorbankan putranya Ismail demi perintah Allah SWT melalui mimpinya.

Di sini tidak hendak membahas bagaimana penanggalan peristiwa penyembelihan Ibrahim terhadap Ismail jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah sedangkan ketika itu kalender Hijriah belum ada, juga tidak akan membahas persoalan diskursif seputar apakah yang disembelih (al-dzabih) Ismail atau Ishak. Namun fokus tulisan ini ialah bagaimana kemudian spirit kecintaan seorang manusia terhadap Rabb-nya mampu menundukkan rasionalitas yang melekat dalam dirinya. Manusia tersebut tidak lain ialah bapak para Nabi, Ibrahim AS.

Berbicara tentang rasionalitas, kita pasti akan ter-mindset pada sederetan nama bapak logika seperti Thales (624-548 SM), filsuf asal Yunani yang telah meletakkan dasar-dasar berpikir logis atau kepada Abu Nashr al-Farabi (873-950 M), filsuf Muslim yang mendapat gelar 'Sang Guru Kedua' karena telah menyalin logika Yunani Aristoteles dan memberikan ulasan serta komentar. Padahal jauh sebelum itu, sekitar lima belas abad sebelum filsuf-filsuf tersebut muncul, Nabi Ibrahim telah menjadi manusia dengan dengan nalar rasional yang menakjubkan. Demikian karena menurut Karen Armstrong, Nabi Ibrahim hidup pada abad kedua puluh sebelum Masehi.

Pendapat atas rasionalitas Nabi Ibrahim terekam dalam beberapa ayat al-Qur'an. Dalam pembuktian empiris tentang bagaimana Allah menghidupkan yang mati, misalnya, terekam jelas dalam surah al-Baqarah ayat 260. Nabi Ibrahim AS meminta kepada Allah agar Dia memperlihatkan kepadanya bagaimana cara Allah menghidupkan sesuatu yang mati. Tuntutan Ibrahim di sini bukanlah menampakkan bahwa intuisi seorang nabi seperti dirinya tidak mampu meyakinkan kekuasaan Allah, namun lebih tepat merupakan penjabaran secara implisit bahwa di samping intuisi sebagai hujjah kenabiannya, Ibrahim tidak mengesampingkan pikiran rasional-empiris. Allah pun mengabulkan permintaan Nabi Ibrahim, sebagaimana dalam ayat tersebut.

Kecerdasan nalar rasional Ibrahim tidak hanya itu. Al-Qur'an melukiskan bagaimana perdebatannya dengan seorang raja yang mengaku Tuhan. Dalam beberapa kitab tafsir raja yang mendebat Nabi Ibrahim tersebut adalah Namrud bin Kan'an al-Jabbar. Ketika perdebatan berlangsung, Namrud meminta Ibrahim membuktikan ketuhanan Allah. Nabi Ibrahim menjawab bahwa Dialah Allah yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan. Sang raja merasa menang melawan hujjah Nabi Ibrahim dengan membunuh orang di sampingnya, membuktikan bahwa dia juga bisa membunuh. Namun kemudian Ibrahim mengatakan bahwa Allah yang menerbitkan matahari dari arah timur ke barat dan meminta Namrud menerbitkannya dari barat. Ketika itu pun sang raja kalah hujjah. Cerita ini Allah lukiskan dalam surah al-Baqarah ayat 258.

Di samping kedua kisah tersebut, kisah pencarian Tuhan oleh Nabi Ibrahim merupakan bukti paling gamblang bahwa nalar rasionalnya tidak mudah ditundukkan. Ini dilukiskan al-Qur'an secara panjang dalam surah al-An'am ayat 74-78. Bermula dari ketidakterimaan akalnya melihat Azar (nama panggilan ayahnya, dalam sebagian literatur dikatakan bahwa dia adalah paman Ibrahim) menyembah berhala (ashnam) yang tidak bisa berbicara dan tidak bisa memberi manfaat atau pun mudarat. Nabi Ibrahim akhirnya mantap diri menemukan Tuhannya, Sang Pencipta langit dan bumi, dan menganut teologi monoteistik (hanif) setelah rangkaian peristiwa rasional yang terekam secara indah pada ayat 76, 77 dan 78.

Ketajaman pikiran rasional Nabi Ibrahim AS dalam beberapa ayat al-Qur'an di atas tidak lantas menjauhkan dirinya dari kebenaran, tetapi justru membawanya ke dalam imanensi akan yang haqq. Juga, rasionalitas Nabi Ibrahim tidak melenyapkan kemantapan terhadap kebenaran yang transenden seperti sebuah mimpi.

Suatu ketika Nabi Ibrahim bermimpi (ru'yah) menyembelih putranya. Putra kesayangannya, yang merupakan hasil doa Ibrahim kepada Allah harus dikorbankan. Karena khawatir putranya tidak mau melaksanakan cobaan berat ini, dia mencoba meminta persetujuan terlebih dahulu. Putra Nabi Ibrahim setuju dan sabar, namun ketika hendak disembelih Allah mengganti putra Nabi Ibrahim dengan domba. Imam al-Thabari berpendapat bahwa domba yang menjadi pengganti adalah domba yang dikurbankan Habil, putra Nabi Adam, yang Allah menyimpannya di surga.

Jika muncul pertanyaan, bagaimana mungkin sosok Nabi Ibrahim yang rasionalis bisa langsung percaya dengan validitas sebuah mimpi (ru'yah), lebih-lebih untuk menyembelih putra kesayangannya? Maka jawabannya adalah; cinta.

Kecintaan Nabi Ibrahim kepada Allah jauh melebihi kecintaan kepada putranya. Cinta tersebut yang telah menundukkan rasionalitasnya demi membenarkan mimpi yang sama sekali irasional. Pengorbanan Nabi Ibrahim dalam membenarkan mimpi adalah manifestasi kecintaan kepada Allah yang tidak tertandingi apa pun.

Putra Nabi Ibrahim adalah simbol dari sesuatu yang paling dicintai, tetapi jika demi ridha Allah SWT, maka apapun mesti dilakukan, sekalipun harus kehilangan sesuatu yang paling dicintai. Namun dalam konteks sekarang, kecintaan seringkali malah membuat enggan untuk mengorbankan sesuatu yang dicintai. Tidak heran, ketika sebagian orang yang secara finansial mampu untuk berkurban enggan melakukannya.



Resource Berita : nu.or.id
3 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

3 Responses to "Kurban, Cinta Menundukkan Rasionalitas Nabi Ibrahim"

  1. Pastikan memilih agen poker yang sudah dipercayai sejak lama :) Berapapun WD anda akan dibayar :) Hanya bersama FIFAPOKER :) Satu satunya agen yang tidak menggunakan BOT dan murni Player vs Player :) #FIFAPOKER #POKER #POKERONLINE #TIPSPOKER #TRIKPOKER #TIPSNTUTORIAL #TUTORIALPOKER #JACKPOTPOKER #MIXPARLAY #SBOBET #POKERONLINE #JUDIONLINE

    ReplyDelete
  2. BOLAVITA agen Terbaik dan Terpercaya
    Menyediakan Semua Permainan Berkelas DUNIA! :
    BOLA, SABUNG AYAM, TOGEL, KASINO, GREENDRAGON , POKER !!!
    Bonus Cahsback 10% dan Bonus Harian 5% Cuma ada di Bola vita
    Segera daftar dan dapatkan keuntungan bermain di Bola vita
    Ajak teman anda bermain dan dapatkan Bonus Referral hingga 7%
    BolaVita. net / sabungayam.top / dewasabungayam. com
    whats up : 6281377055002
    BBM: D8C363CA (NEW)
    Gabung Bersama kami : Bolavita. net

    ReplyDelete
  3. Disini aku mau Sharing aja ya
    Banyak temen aku yang tercukupi kebutuhannya tanpa kerja
    Caranya bagaimana?? hanya mengeluarkan 10 ribu
    untuk bermain di www. pokerayam .com hanya hitungan menit saja
    ratusan hingga jutaan pun didapat dikarenakan pokerayam
    selalu memberikan promo dan keberuntungan kepada member setianya
    banyak promo dan hadiah menarik yang akan update disetiap saat
    yuk silahkan bergabung pada pokerayam jangan lewatkan
    MODAL 10 ribu MENJADI 1 JUTA
    info keberuntungan lebih lanjut bbm : D8E5205A
    Capsa Susun
    Bandar Ceme
    Live Poker
    Texas Poker
    Domino QQ
    Ceme Keliling
    Poker Terbaik

    ReplyDelete

close
Banner iklan disini