Menimba Kearifan Imam Syafi’i dari Komik



WartaIslami ~ Komik bisa menjadi salah satu media untuk menyampaikan kearifan-kearifan para tokoh. Kearifan-kearifan tersebut merupakan substansi nilai luhur kemanusiaan yang pada saat ini semakin memudar. Untuk merawat nilai-nilai tersebut, seorang komikus, Irfan Mahardika, mengangkat biografi Imam Syafi’i melalui media komik. Komik Imam Syafi’i sang Penegak Sunah ini memiliki pesan mendalam tentang perjuangan seorang tokoh dalam menghadapi perbedaan.

Bagi umat Islam, Imam Syafi’i merupakan salah satu tokoh terkemuka yang memiliki pengaruh besar terhadap peradaban Islam. Lelaki yang dilahirkan di Gaza, Palestina ini memiliki kecerdasan yang luar biasa. Saat usianya sembilan tahun, ia sudah menghafal Al-Qur’an. Bakatnya yang menakjubkan ini banyak dilirik ulama pada saat itu.

Ketika menuntut ilmu, Imam Syafi’i suka mengembara. Ia berguru kepada ulama-ulama Mesir. Kemudian, ia merantau ke Madinah untuk berguru kepada Imam Malik. Pengembaraan Imam Syafi’i dalam mencari ilmu membuat dirinya tidak memiliki waktu untuk kembali ke kota Makkah. Namun, hal tersebut tidak membuatnya sombong dan angkuh. Ia selalu menghormati pendapat orang lain yang memiliki titik perbedaan dengan pendapat dirinya.

Ketika berada di Baghdad, Imam Syafi’i melaksanakan shalat tanpa takbiratul ihram. Ia menghormati Imam Abu Hanifah dan para pengikut mazhab Hanafi. Imam Syafi’i juga tidak menjadi imam shalat, karena ia tidak mau terlihat seolah-olah memaksa pada pengikut mazhab Hanafi untuk mengikuti mazhabnya. Apalagi, Imam Syafi’i belum lama berada di Baghdad, sehingga mereka belum mengenal dirinya dengan baik (hal. 32).

Pemikiran Imam Syafi’i tidak berada pada garis radikal. Ia adalah sosok moderat dan menghargai setiap perbedaan. Hal ini disebabkan kualitas keilmuan  yang dimilikinya sangat mumpuni. Selain hafal Al-Quran, Imam Syafi’i mendalami Ilmu Hadits, Ilmu Fikih, Ilmu Al-Quran, dan lain-lain. Dalam menghadapi setiap perbedaan, Imam Syafi’i selalu menjadikan Al-Quran dan Al-Hadits sebagai rujukan utama.

Di Baghdad, Imam Syafi’i mendapat intimidasi dari sejumlah masyarakat karena pendapatnya berbeda dengan mayoritas umat. Walaupun demikian, Imam Syafi’i tidak menganggap pendapatnya merupakan sesuatu yang harus dianut oleh masyarakat Baghdad. Ia berpendapat, jika fatwa yang disampaikan menyalahi Al-Quran dan Al-Hadits, maka tak seorang pun diperbolehkan mengikuti fatwa tersebut. Sebaliknya, Imam Syafi’i tidak akan berhenti berfatwa selama tidak bertentangan dengan sumber ajaran Islam tersebut.

Ia hampir dipenjara. Seseorang bernama Syekh Isa menghadap Al-Makmun, khalifah kota Baghdad, agar mengusir atau memenjarakan Imam Syafi’i. Alasannya, Imam Syafi’i dianggap telah memecah-belah masyarakat Baghdad. Namun, Al-Makmun menolak permintaan tersebut. Selain karena atas undangan sang khalifah, peristiwa tersebut diharapkan tidak terjadi kali kedua.

Ketika ayah Al-Makmun menjadi Khalifah di Baghdad, Imam Syafi’i pernah dipenjara. Kedua kaki dan tangannya dirantai, lalu dipukul dengan rotan. Setelah Imam Syafi’i dipenjara dan disiksa, ternyata ia berada pada pihak yang benar. Ia mendapat ampunan dan kebebasan. Pihak yang menuduh lalu dipenjara (hal. 33-34).

Imam Syafi’i merupakan sosok yang memiliki keyakinan luar biasa. Imannya yang kuat tidak mampu mengubah pendiriannya walaupun harus dipenjara. Ia terus berfatwa dari suatu tempat ke tempat yang lain tanpa mengenal rasa takut. Ia juga terus beribadah walaupun dalam kondisi tubuh yang tidak sehat. Bahkan, ia masih sempat menulis 142 kitab di sela-sela kesibukannya mengajar ilmu agama kepada masyarakat (hal. 81).

Semangat dan perjuangan Imam Syafi’i perlu diketuk-tularkan kepada generasi bangsa. Ia bukan sekadar sosok tangguh dalam menghadapi berbagai intimidasi atau hinaan masyarakat. Ia tidak takut dipenjara selama apa yang disampaikan tidak menyalahi aturan. Ia juga merupakan sosok yang luar biasa. Maka, komik Imam Syafi’i sang Penegak Sunah merupakan bacaan yang tepat untuk menambah wawasan dan meningkatkan spirit perjuangan dalam rangka menegakkan agama Islam. Amin !


Resource Berita : nu.or.id
2 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

2 Responses to "Menimba Kearifan Imam Syafi’i dari Komik"

  1. Disini aku mau Sharing aja ya
    Banyak temen aku yang tercukupi kebutuhannya tanpa kerja
    Caranya bagaimana?? hanya mengeluarkan 10 ribu
    untuk bermain di www. pokerayam .com hanya hitungan menit saja
    ratusan hingga jutaan pun didapat dikarenakan pokerayam
    selalu memberikan promo dan keberuntungan kepada member setianya
    banyak promo dan hadiah menarik yang akan update disetiap saat
    yuk silahkan bergabung pada pokerayam jangan lewatkan
    MODAL 10 ribu MENJADI 1 JUTA
    info keberuntungan lebih lanjut bbm : D8C0B757
    Capsa Susun
    Bandar Ceme
    Live Poker
    Texas Poker
    Domino QQ
    Ceme Keliling
    Poker Terbaik

    ReplyDelete
  2. Mainkan Sabung ayam bersama kami di website terpercaya kami :
    BolaVita. net / sabungayam.top / dewasabungayam. com
    Hanya Dengan Modal 50rb saja
    Kami Juga Menyediakan Permainan Berkelas Dunia :
    BOLA, SABUNG AYAM, TOGEL, KASINO, POKER !!!
    whats up : 6281377055002
    BBM: D8C363CA (NEW)
    Gabung Bersama kami : Bolavita. net

    ReplyDelete

close
Banner iklan disini