Tingginya Akhlak Ulama NU, Kedepankan Maaf daripada Dendam



WartaIslami ~ Rasulullah Saw. sering dicaci-maki, namun tidak membalasnya dengan caci-maki. Saya berharap diri saya bisa begitu. Biarlah Wahabi mencaci-maki, tapi yang penting saya tidak mencaci-maki mereka dengan umpatan dan ejekan. Alhamdulillah, Shubuh tadi pengurus masjid yang berpaham Wahabi berkenan memberi saya kesempatan bicara di hadapan mereka. Saya dengan keterbatasan dan kesoktahuan saya tentang sunnah, memaparkan tradisi penyampaian hadits musalsal bil awwaliyyah di kalangan ulama hadits kepada mereka.

Hasilnya, pengurus dan jamaah yang mayoritas berpaham Wahabi ingin belajar lebih dalam tentang pengajaran hadits di lingkungan NU. Satu per satu menyampaikan kekaguman mereka akan kiprah para guru ulama NU semisal Syaikh Nawawi al-Bantani, Syaikh Mahfudz Tremas, Syaikh Kholil Bangkalan, Syaikh Hasyim Asy'ari dan Syaikh Arsyad al-Banjary, yang menjadi tokoh-tokoh ulama di Masjidil Haram. Mereka menyampaikan maaf atas sangkaan bid'ah dan sesat yang selalu mereka tuduhkan kepada para ulama dan warga NU. Saya pun terharu mendengar dan menyaksikan ketulusan mereka. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk membangun ukhuwwah.

Saya coba memahami apa kira-kira sebab karomah para kyai NU semisal Hadhratus Syaikh Hasyim Asy'ari, Kyai Wahab Chasbullah, Kyai Ahmad Siddiq, Kyai As'ad Syamsul Arifin dan juga Gus Dur, sehingga mereka semua bisa mempertahankan NU meskipun deraan ujian datang bertubi-tubi.

Ternyata para kyai itu adalah orang yang sifat pemaafnya sangat tinggi walaupun terhadap orang yang mendzalimi mereka.

Saya ambil contoh Gus Dur yang masih mau menyambangi Pak Harto, Presiden Kedua RI. Semua warga NU tahu bagaimana dzalimnya Pak Harto semasa menjabat presiden terhadap Gus Dur. Dalam dua kali Muktamar NU, Pak Harto berusaha menjungkalkan Gus Dur dari kepemimpinan NU, tapi Allah berkehendak lain. Gus Dur tetap bertahan hingga selesai masa khidmahnya.

Yang menarik, pasca jatuhnya Pak Harto dari kursi Presiden, Gus Dur adalah orang yang selalu menemani kesendirian Pak Harto setelah ditinggalkan patron-patron politiknya. Boleh dibilang bahwa Gus Dur adalah pelipur lara Pak Harto. Padahal Gus Dur pernah didzalimi Pak Harto.

Itulah akhlak NU, yang lebih mengedepankan maaf dibandingkan dendam. Dan kini warga NU kembali dihadapkan dengan kedzaliman yang tidak sehebat kedzaliman Orde Baru, yaitu kedzaliman segelintir orang awam yang belum mengerti. Maka, masihkah sifat maaf itu lebih besar daripada dendam? Semoga masih.


Dishare dari Ust. Abdi Kurnia Djohan



Resource Berita : muslimoderat.net
2 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

2 Responses to "Tingginya Akhlak Ulama NU, Kedepankan Maaf daripada Dendam"

  1. Disini aku mau Sharing aja ya
    Banyak temen aku yang tercukupi kebutuhannya tanpa kerja
    Caranya bagaimana?? hanya mengeluarkan 10 ribu
    untuk bermain di www. pokerayam .com hanya hitungan menit saja
    ratusan hingga jutaan pun didapat dikarenakan pokerayam
    selalu memberikan promo dan keberuntungan kepada member setianya
    banyak promo dan hadiah menarik yang akan update disetiap saat
    yuk silahkan bergabung pada pokerayam jangan lewatkan
    MODAL 10 ribu MENJADI 1 JUTA
    info keberuntungan lebih lanjut
    BBM : D8C0B757
    Line : pokerayam
    Whatsapp : +85587646043
    Capsa Susun
    Bandar Ceme
    Live Poker
    Texas Poker
    Domino QQ
    Ceme Keliling
    Poker Terbaik

    ReplyDelete
  2. 855sm. com / bolavita. org / Bolavita. Net
    Pelayanan Terbaik, Costumer Servis Yang Ramah Dan Profesional
    Info Lebih Lanjut Bisa Hub kami Di :
    wechat : bolavita
    whats up : 6281377055002
    BBM: D8C363CA (NEW)

    ReplyDelete

close
Banner iklan disini