Penjelasan Tentang Berdiri Sebagai Rukun Shalat



WartaIslami ~ Di dalam kitab-kitab fikih Syafi’iyah para ulama menyebutkan ada 17 (tujuh belas) hal yang termasuk rukun shalat, baik shalat fardlu maupun shalat sunah. Penyebutan tujuh belas hal ini bila empat tuma’ninah yang ada di dalamnya masing-masing dianggap sebagai rukun tersendiri. Bila keempat tuma’ninah tersebut hanya dianggap sebagai satu rukun maka rukun shalat hanya berjumlah 14 (empat belas) saja.

Di antara rukun-rukun itu salah satunya adalah berdiri. Berdiri adalah satu kewajiban yang harus dilakukan ketika seseorang melaksanakan ibadah shalat. Juga berarti bahwa shalat dikatakan sah apabila dilakukan dengan berdiri.

Hal ini ditetapkan oleh para ulama dengan berdasar kepada sabda Rasulullah SAW ketika sahabat Imran bin Hushain yang terkena sakit wasir bertanya perihal bagaimana shalatnya. Beliau bersabda sebagai berikut.

صَلِّ قَائِمًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ

Artinya, “Lakukanlah shalat dengan berdiri. Bila kau tak mampu, maka dengan duduk. Bila kau tak mampu juga, maka dengan tidur miring,” (HR Imam Bukhari).

Dari hadits tersebut para ulama mengambil satu simpulan hukum bahwa berdiri adalah satu kewajiban yang mesti dilakukan oleh orang yang melakukan shalat. Kebolehan shalat sambil duduk atau tidur miring berlaku bila orang yang shalat karena alasan tertentu tidak mampu berdiri.

Lalu bagaimana batasan seseorang dianggap berdiri?

Musthafa Al-Khin dalam karyanya Al-Fiqhul Manhajî menuturkan bahwa seseorang dianggap berdiri apabila ia berdiri secara tegak. Bila tanpa sebab tubuhnya membungkuk atau miring di mana sekiranya telapak tangannya dapat menyentuh lutut, maka ia tidak dianggap berdiri sehingga shalatnya batal karena rukun berdiri tidak terpenuhi di dalam sebagian shalatnya. Sedangkan bila orang tersebut mampu berdiri di sebagian shalatnya dan tak mampu berdiri pada sebagian yang lain, maka ia shalat dengan berdiri semampunya dan selebihnya dilakukan dengan duduk (Lihat Musthofa Al-Khin, dan kawan-kawan, Al-Fiqhul Manhajî, Damaskus, Darul Qalam, 1992, juz I, halaman 130).

Lebih lanjut Syekh Nawawi Banten memberikan batasan kondisi yang membolehkan seseorang melakukan shalat fardlu dengan tidak berdiri. Menurutnya, apapun yang menjadikan hilangnya kekhusyukan atau kesempurnaan dalam shalat atau yang menyebabkan terjadinya masyaqqah atau kesusahan yang secara adat-kebiasaan tidak bisa ditanggung, maka hal itu membolehkan seseorang untuk tidak berdiri dalam melakukan shalat fardlu, baik fardlu ‘ain maupun fardlu kifayah.

Lain dari itu para ulama juga menetapkan bahwa kewajiban berdiri ketika shalat hanya berlaku bagi shalat fardlu, bukan shalat sunah. Di dalam shalat sunah seseorang secara mutlak diperbolehkan melakukannya dengan duduk atau tidur miring meskipun tidak ada halangan untuk berdiri. Khusus bagi orang yang shalat sunah dengan posisi tidur miring ketika ruku‘ dan sujud ia wajib melakukan kedua rukun tersebut secara sempurna, yakni ia mesti bangun duduk untuk kemudian melakukan ruku‘ dan sujud. Tidak cukup hanya dengan isyarat, (Lihat Muhammad Nawawi Al-Jawi, Kâsyifatus Sajâ, Cyprus, Daru Ibni Hazm, 2011, halaman 210).

Shalat sunah boleh dilakukan dengan duduk atau tidur miring yang didasarkan pada hadits yang juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, bahwa Rasulullah SAW bersabda.

مَنْ صَلَّى قَائِمًا فَهُوَ أَفْضَلُ، وَمَنْ صَلَّى قَاعِدًا فَلَهُ نِصْفُ أَجْرِ القَائِمِ، وَمَنْ صَلَّى نَائِمًا فَلَهُ نِصْفُ أَجْرِ القَاعِدِ

Artinya, “Barangsiapa yang shalat dengan berdiri, maka itu lebih utama. Barangsiapa yang shalat dengan duduk, maka baginya separuh pahala orang yang shalat dengan berdiri. Barangsiapa yang shalat dengan tidur (miring), maka baginya separo pahala orang yang shalat dengan duduk.” Wallahu a‘lam.


Resource Berita : nu.or.id
3 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

3 Responses to "Penjelasan Tentang Berdiri Sebagai Rukun Shalat"

  1. Rayakan hari raya natal bersama kami POKERVITA
    Dapatkan bonus freechip 50ribu dengan minimal deposit hanya 100 ribu
    dalam 1 hari kalian bisa klaim 1 kali saja dan berlaku setiap harinya!!
    promo ini berlaku mulai tanggal 1 Desember 2017 - 1 Januari 2017
    menarik bukan :) yuk segera bermain di POKERVITA dan dapatkan bonusnya!!

    Contact kami:
    LIVECHAT P`0`K`E`R`V`1`T`A .com
    BBM : D88B0154

    ReplyDelete
  2. Agen Judi Bola Online Terbesar dan Terpercaya
    banyak orang yang suka berbicara tentang dunia perjudian yang ada di Indonesia
    Tapi taukah anda Ciri Agen Judi Bola Online Terbesar Dan Terpercaya??
    Segera Daftar dan Dapatkan Bonus nya
    855sm. com / bolavita. org / Bolavita. Net
    Info Lebih Lanjut Bisa Hub kami Di :
    wechat : bolavita
    whats up : 6281377055002
    BBM: D8C363CA (NEW)

    ReplyDelete
  3. Dapat melakukan permainan dengan cara yang lebih mudah, Bermain dengan bebas tanpa adanya batasan waktu, Pendaftaran tidak dipungut biaya alias gratis, Akan mendapatkan sebuah pelayanan yang nyaman dan aman
    Dari sini jika anda berminat anda daftar sabung ayam online terpercaya karena anda akan memperoleh banyak untung tanpa dirugikan
    Bisa hubungi kami di sini https://goo.gl/6Vw5nb
    HP: +6281377055002
    BBM: D1A1E6DF
    YM: BOL-A-V-ITA (GARIS NYA DI HAPUS)
    WECHAT ID: BOL-A-V-ITA (GARIS NYA DI HAPUS)

    ReplyDelete

close
Banner iklan disini