Rajin Ibadah, tapi Mengapa Hidup Malang dan Penuh Kesulitan?



WartaIslami ~ Tersebutlah seorang lelaki yang kusam dan senantiasa murung. Wajahnya kecut, air mukanya keruh. Ia mendatangi gurunya untuk mengadu. Sang guru adalah Abu Yazid al-Busthami. “Tuan Guru,” ungkapnya memulai, “sepanjang hidup, saya beribadah kepada Allah. Saya bermunajat ketika orang lain lelap dalam tidur, dan sudah mengaji saat istri saya belum bangun. Saya juga bukan pemalas.”

Tanyanya mencari solusi, “Tetapi, mengapa saya selalu malang dan hidup dalam penuh kesulitan?”

Sang guru yang bijak itu pun menyampaikan petuahnya, “Perbaiki penampilanmu. Dan, ubahlah roman mukamu.” Jelasnya kemudian, “Sebab Rasulullah adalah satu di antara sosok miskin di dunia ini, tetapi wajahnya tak pernah keruh dan senantiasa cerah ceria.”

Mendengarkan taujih sang guru, murid itu hanya menunduk dalam hening. Dan setelahnya, sebagaimana dituturkan Mas Udik Abdullah dalam Bagai Mengukir di Atas Air, “Wajahnya senantiasa berseri. Tiap kesedihan diterimanya dengan sabar. Keceriaan selalu dijaga. Ramah sikapnya, senyum terkulum manis di wajahnya, penuh dengan persahabatan. Wajahnya senantiasa berseri.”

Orang yang beriman, menurut Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib, adalah sosok yang meletakkan kesedihan di dalam hatinya, sedang wajahnya senantiasa tersenyum, cerah-ceria. Alhasil, yang senantiasa disaksikan oleh sahabat-sahabat dan orang sekitarnya hanyalah bahagia, suka, cita, gembira, dan hal-hal menyenangkan lainnya.

Mereka menjungjung tinggi nasihat Nabi yang mulia. Agar tidak meremehkan kebaikan sekecil apa pun, termasuk wajah cerah, senyum sumringah, tatapan penuh semangat, dan ekspresi kebahagiaan saat bersua dengan sesamanya.

Senada dengan petuah Sang Nabi, Imam Hasan al-Bashri juga sampaikan nasihat, awal keberhasilan sebuah pekerjaan adalah roman wajah yang ramah dan penuh senyum. Sebab memang, dari pribadi-pribadi seperti inilah didapati semangat dan optimisme yang tinggi.

Harapan mereka amat mendalam kepada Allah Ta’ala, cita-cita mereka tinggi dan jauh menembus sekat dunia; surga adalah mimpinya. Karena itu, apa yang dijalani di dunia, semua fase kehidupan dan pernak pernik yang dialaminya; dianggap sebagai sebuah proses keniscayaan dalam hidup yang mesti dijalani dengan sabar saat musibah, dan syukur ketika mendapati nikmat.

Pribadi-pribadi seperti inilah yang akan senantiasa memancarkan aura kebaikan kepada sekitarnya. Dan, semoga Anda menjadi bagian dari mereka.


Resource Berita : kisahikmah.com
3 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

3 Responses to "Rajin Ibadah, tapi Mengapa Hidup Malang dan Penuh Kesulitan?"

  1. Anda Pemain Yang Handal? Punya Nyali Besar?
    BOLAVITA. ORG Menawarkan
    Permainan Judi Online Yang Cocok Untuk Pemain Handal
    daftar sekarang juga dan Ajak Teman Anda Bergabung
    Dapatkan BONUS SEUMUR HIDUP!
    Info Lebih Lanjut Bisa Hub kami Di :
    Line : cs_bolavita
    wechat : bolavita
    whats up : 6281377055002
    BBM: D8C363CA (NEW)

    ReplyDelete
  2. POKERVITA Membagikan Kado Freechip Khusus Menyambut Hari Natal Dana Tahun Baru Untuk Anda Semuanya Bonus Freechip 50k
    BBM: D88B0154
    WA: 082312256064

    ReplyDelete
  3. Menentukan agen judi online yang terbaik, Memilih jenis permainan yang dikuasai, Memahami aturan yang berlaku, Membawa modal sedikit, Bermain dengan tenang, Berhenti jika mendapatkan kemenangan.
    Untuk mengetahui lebih jelas anda bisa hubungi kami di sini https://goo.gl/oZAZax
    Silakan Hubungi Kami Untuk Mengetahui Kelanjutan Permainan judi bagi pemain pemula di :
    HP: +6281377055002
    BBM: D1A1E6DF
    YM: BOL-A-V-ITA (GARIS NYA DI HAPUS)
    WECHAT ID: BOL-A-V-ITA (GARIS NYA DI HAPUS)
    Your Reliable Betting Agent

    ReplyDelete

close
Banner iklan disini