Apa Dasar Menjawab Adzan As-Shalatu Khairun Min An-Naum?



WartaIslami ~ Anjuran menjawab Adzan disabdakan oleh Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallama:

(ﺇﺫا ﺳﻤﻌﺘﻢ اﻟﻨﺪاء ﻓﻘﻮﻟﻮا ﻣﺜﻞ ﻣﺎ ﻳﻘﻮﻝ اﻟﻤﺆﺫﻥ)

"Jika kalian mendengar adzan maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin" (HR Muslim)

ﻗﺎﻝ اﻟﻘﺎﺭﻯء ﻓﻲ اﻟﻤﺮﻗﺎﺓ ﺇﻻ ﻓﻲ اﻟﺤﻴﻌﻠﺘﻴﻦ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻘﻮﻝ ﻻ ﺣﻮﻝ ﻭﻻ ﻗﻮﺓ ﺇﻻ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺇﻻ ﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ اﻟﺼﻼﺓ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ اﻟﻨﻮﻡ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻘﻮﻝ ﺻﺪﻗﺖ ﻭﺑﺮﺭﺕ ﻭﺑﺎﻟﺤﻖ ﻧﻄﻘﺖ ﻭﺑﺮﺭﺕ ﺑﻜﺴﺮ اﻟﺮاء اﻷﻭﻟﻰ ﻭﻗﻴﻞ ﺑﻔﺘﺤﻬﺎ ﺃﻱ ﺻﺮﺕ ﺫا ﺑﺮ ﻭﺧﻴﺮ ﻛﺜﻴﺮ اﻧﺘﻬﻰ ﻛﻼﻡ اﻟﻘﺎﺭﻯء

Al-Qari berkata dalam kitab Al-Mirqah: "Kecuali pada 2 Hayya'ala, maka menjawab dengan Hauqalah. Dan kecuali pada As-Shalatu khairum min an-naum (Tatswib), maka menjawab dengan "Shadaqta wa bararta wa bil haqqi nathaqta".

ﻗﻠﺖ ﺃﻣﺎ ﻗﻮﻟﻪ ﺇﻻ ﻓﻲ اﻟﺤﻴﻌﻠﺘﻴﻦ ﻓﻠﺤﺪﻳﺚ ﻋﻤﺮ ﻣﺮﻓﻮﻋﺎ ﺇﺫا ﻗﺎﻝ اﻟﻤﺆﺫﻥ اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﻓﻘﺎﻝ ﺃﺣﺪﻛﻢ اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺛﻢ ﻗﺎﻝ ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ ﻗﺎﻝ ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ ﺛﻢ ﻗﺎﻝ ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪا ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﻗﺎﻝ ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪا ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺛﻢ ﻗﺎﻝ ﺣﻲ ﻋﻠﻰ اﻟﺼﻼﺓ ﻗﺎﻝ ﻻ ﺣﻮﻝ ﻭﻻ ﻗﻮﺓ ﺇﻻ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺛﻢ ﻗﺎﻝ ﺣﻲ ﻋﻠﻰ اﻟﻔﻼﺡ ﻗﺎﻝ ﻻ ﺣﻮﻝ ﻭﻻ ﻗﻮﺓ ﺇﻻ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺛﻢ ﻗﺎﻝ اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﻗﺎﻝ اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ اﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺛﻢ ﻗﺎﻝ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ ﻗﺎﻝ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ ﺩﺧﻞ اﻟﺠﻨﺔ ﺭﻭاﻩ ﻣﺴﻠﻢ

Saya (Al-Mubarakfuri) katakan: "Menjawab 2 Hayya'ala dengan Hauqalah adalah berdasar hadis riwayat Umar...." (HR Muslim)

ﻭﺃﻣﺎ ﻗﻮﻟﻪ ﻭﺇﻻ ﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ اﻟﺼﻼﺓ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ اﻟﻨﻮﻡ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻘﻮﻝ ﺻﺪﻗﺖ ﻭﺑﺮﺭﺕ ﻓﻠﻢ ﺃﻗﻒ ﻋﻠﻰ ﺣﺪﻳﺚ ﻳﺪﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻗﺎﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺇﺳﻤﺎﻋﻴﻞ اﻷﻣﻴﺮ ﻓﻲ ﺳﺒﻞ اﻟﺴﻼﻡ ﺻ 87 ﻭﻗﻴﻞ ﻳﻘﻮﻝ ﻓﻲ ﺟﻮاﺏ اﻟﺘﺜﻮﻳﺐ ﺻﺪﻗﺖ ﻭﺑﺮﺭﺕ
ﻭﻫﺬا اﺳﺘﺤﺴﺎﻥ ﻣﻦ ﻗﺎﺋﻠﻪ ﻭﺇﻻ ﻓﻠﻴﺲ ﻓﻴﻪ ﺳﻨﺔ ﺗﻌﺘﻤﺪ اﻧﺘﻬﻰ

Sementara menjawab As-shalatu khairun min an-naum dengan kalimat "shadaqta wa bararta" tidak saya temukan hadisnya. Muhammad bin Ismail Al-Amir berkata dalam kitabnya Subul As-Salam hal. 87 bahwa menjawab dengan "Shadaqta wa bararta" adalah metode Istihsan (penilaian baik) dari orang yang berpendapat. Jika bukan karena metode Istihsan maka tidak ada hadis yang dijadikan pegangan (Tuftatul Ahwadzi 1/525)

Pendapat ini juga diperkuat oleh pentarjih utama Madzhab Syafii, Imam Nawawi:

(ﻗﻠﺖ ﻭﺇﻻ ﻓﻲ اﻟﺘﺜﻮﻳﺐ ﻓﻴﻘﻮﻝ ﺻﺪﻗﺖ ﻭﺑﺮﺭﺕ) ﺑﻜﺴﺮ اﻟﺮاء ﻭﺣﻜﻲ ﻓﺘﺤﻬﺎ (ﻭاﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ) ؛ ﻷﻧﻪ ﻣﻨﺎﺳﺐ ﻭﻗﻮﻝ اﺑﻦ اﻟﺮﻓﻌﺔ ﻟﺨﺒﺮ ﻓﻴﻪ ﺭﺩ ﺑﺄﻧﻪ ﻻ ﺃﺻﻞ ﻟﻪ

Saya (An-Nawawi) berkata: "Dan kecuali saat Tatswib, maka menjawab dengan Shadaqta wa Bararta". Ibnu Hajar Al-Haitami berkata: "Ini adalah yang layak dijadikan jawaban. Sedangkan menurut Ibnu Rif'ah yang menyatakan berdasar hadis, dibantah bahwa hadis itu tidak ada dasarnya" (Tuhfatul Muhtaj 1/481).

Ma'ruf Khozin, anggota di Aswaja NU Center Jatim.



Resource Berita : dutaislam.com
2 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

2 Responses to "Apa Dasar Menjawab Adzan As-Shalatu Khairun Min An-Naum?"

  1. PENGUMUMAN !!!
    Untuk Merayakan Natal 2017 dan Menyambut Pergantian Tahun 2018
    www(titik)pokerayam(titik)org ingin memberikan info
    Deposit 50 ribu FREE 50 ribu loh !!!
    Berlaku pada 1 Des 2017 - 1 Januari 2018
    Hanya 100 User ID Beruntung jangan ketinggalan
    Masih banyak promo lainnya juga loh

    info keberuntungan lebih lanjut
    BBM : D8C0B757
    Line : pokerayam
    Whatsapp : +85587646043

    ReplyDelete
  2. Judi bola over/under, Judi Bola odd even, Judi bola handicap, Judi bola mix parlay, Judi bola outright
    Untuk mengetahui kelanjutan nya anda bisa Menghubungi / Bertanya dengan kami di sini https://goo.gl/jcyA2r
    HP: +6281377055002
    BBM: D1A1E6DF
    YM: BOL-A-V-ITA (GARIS NYA DI HAPUS)
    WECHAT ID: BOL-A-V-ITA (GARIS NYA DI HAPUS)
    TERIMA KASIH..

    ReplyDelete

close
Banner iklan disini